Terbaru
light_mode
Beranda » Kegiatan » Semarak Hari Santri 2026, PCNU Kebumen Gelar Lomba Jamjaneng Kreasi Berhadiah Jutaan Rupiah

Semarak Hari Santri 2026, PCNU Kebumen Gelar Lomba Jamjaneng Kreasi Berhadiah Jutaan Rupiah

  • account_circle NUOKe
  • print Cetak

KEBUMEN, NUOKe — Suara ritmis tabuhan kentrung dan kepak terbang yang khas dari kesenian Jamjaneng dipastikan bakal kembali menggema di Kabupaten Kebumen. Mengambil momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen bersiap menggelar helatan bertajuk Lomba Jamjaneng Kreasi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan, Sabtu hingga Ahad, 17–18 Oktober 2026 mendatang.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi panggung antarmajelis, melainkan ikhtiar kebudayaan untuk merawat selawat tradisional di tengah gempuran tren modernisasi. Kesenian Jamjaneng yang telah lama mengakar kuat di tanah Kebumen sebagai sarana syiar, pujian keteladanan Rasulullah, serta perekat kerukunan warga diberi ruang adaptasi tanpa harus meninggalkan pakem keluhurannya.

Mendorong Regenerasi lewat Regulasi Inklusif

Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan dalam petunjuk teknis pelaksanaan tahun ini adalah komitmen panitia terhadap pembinaan bibit baru. Panitia memberlakukan aturan khusus: grup yang sebelumnya telah menyabet gelar Juara 1, Juara 2, maupun Juara 3 pada Festival Jamjaneng Lesbumi PCNU Kebumen tahun 2026 tidak diperkenankan kembali bertanding.

Langkah tersebut sengaja diambil demi pemerataan pembinaan. Dengan absennya sang juara bertahan, ruang ekspresi terbuka lebar bagi kelompok pemula, sanggar rintisan, hingga remaja masjid untuk tampil percaya diri dan menorehkan prestasi di panggung kabupaten.

Kompetisi ini dibuka secara inklusif untuk kategori umum, meliputi kalangan pondok pesantren, majelis taklim, sanggar seni, hingga komunitas kepemudaan. Tiap kelompok dibatasi berjumlah tepat 12 personel, yang memadukan peran pelantun syair (vokalis) bersama para penabuh. Mengingat antusiasme pegiat selawat yang tinggi, sistem pendaftaran menerapkan kuota terbatas yang dapat ditutup sewaktu-waktu sebelum batas akhir 15 Oktober 2026 jika daya tampung telah terpenuhi.

Tantangan Harmonisasi: Lagu Wajib “Annabiy” dan Sentuhan Instrumen Akustik

Di arena panggung, setiap kelompok ditantang memperlihatkan kepiawaian musikalitas lewat dua repertoar utama:

  1. Lagu Wajib: “Annabiy”, yang disajikan lengkap melalui sentuhan aransemen kreasi orisinal.
  2. Lagu Pilihan: Satu tembang bebas bercorak selawat, kasidah, atau syair Islami bernapaskan bahasa Arab, Jawa, maupun Indonesia.

Kendati bertajuk “kreasi”, panitia tetap menggariskan batas etika musikal yang tegas. Alat musik pokok Jamjaneng seperti terbang dan kentrung wajib menjadi denyut utama penampilan. Peserta hanya diperbolehkan memadukannya dengan maksimal dua instrumen pengiring non-elektrik (akustik/perkusi). Instrumen seperti biola, suling bambu, darbuka, marawis, cajon, atau gambus kerap menjadi pilihan favorit untuk memperkaya tekstur nada. Sebaliknya, penggunaan perangkat elektrik, kibor sintetis, atau efek digital dilarang keras demi menjaga keaslian bunyi organik.

Kedisiplinan diuji secara ketat. Setiap penampil hanya dijatah durasi maksimal 15 menit untuk menuntaskan kedua lagu, terhitung sejak bunyi tabuhan perdana dipukul. Keterlambatan waktu bakal berdampak langsung pada pemotongan nilai kompetisi secara berjenjang.

Format Penilaian Komprehensif dan Total Hadiah Pembinaan

Ketua Panitia HSN 2026, Dr. Fauzi Al Muhtad, M.Ag., bersama Koordinator Pelaksana Lomba, Muhtasim, S.Pd. dan Syarif, M.Pd., menekankan bahwa kompetisi ini dinilai oleh juri berkompeten dengan empat pilar pengujian terukur:

  • Vokal dan Adab Selawat (35%): Menyoroti keutuhan makhraj huruf, artikulasi lafaz, kestabilan melodi, serta penghayatan makna sakral dalam syair pujian.
  • Musikalitas dan Harmonisasi (35%): Mengukur ketepatan ketukan khas Jamjaneng, keutuhan tempo, serta keseimbangan volume antara terbang tradisi dan instrumen akustik tambahan.
  • Kreativitas Kreasi (20%): Menilai keunikan aransemen dan kehalusan peralihan lagu tanpa merusak kaidah orisinal seni Jamjaneng.
  • Penampilan dan Disiplin (10%): Memperhitungkan etika busana santri/adat nusantara yang menutup aurat, performa panggung, dan ketepatan alokasi waktu.

Guna mengapresiasi jerih payah para pegiat selawat, panitia telah menyiapkan trofi resmi Hari Santri Nasional 2026, piagam penghargaan, serta uang pembinaan dengan total jutaan rupiah bagi para peraih predikat juara.

Informasi Pendaftaran dan Pelaksanaan

Bagi sanggar dan kelompok selawat yang berniat menguji kemampuannya, pendaftaran masih dibuka hingga 15 Oktober 2026 (pukul 23.59 WIB). Technical meeting dan pengundian nomor tampil dijadwalkan berlangsung segera setelah pendaftaran resmi ditutup.

Layanan registrasi dan konfirmasi kepesertaan dapat dilakukan dengan menghubungi narahubung resmi panitia:

  • Muhtasim, S.Pd.: 0823-2445-7878
  • Syarif, M.Pd.: 0819-1952-3936

Ajang ini diharapkan tidak sekadar menjadi panggung perebutan piala, melainkan momentum kolektif mempererat persaudaraan antar-santri serta menegaskan bahwa kearifan lokal Kebumen tetap adaptif, indah, dan bersinar di era kiwari.

Unduh Dokumen Resmi

Bagi grup peserta yang ingin mempelajari rincian tata tertib, pembagian jadwal, hingga rubrik penilaian secara mendalam, silakan unduh berkas petunjuk teknis resmi melalui tautan di bawah ini:

📥 Download Petunjuk Teknis Lomba Jamjaneng Hari Santri 2026 PCNU Kebumen

(Klik tautan di atas untuk mengunduh dokumen panduan resmi dari Panitia Pelaksana PCNU Kebumen).

  • Penulis: NUOKe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JATMAN

    Sejarah Lengkap JATMAN NU: Tokoh Pendiri, Struktur Organisasi, dan Hasil Muktamar

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Gerakan tasawuf di Indonesia memiliki akar sejarah yang kokoh dan terorganisasi rapi. Di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), wadah bagi para pengamal tarekat berhimpun di bawah naungan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN). Melacak sejarah kelahirannya tidak lepas dari temuan dokumen autentik berupa manuskrip bertajuk Risalah al-Mu’tamar al-Awwal yang tersimpan melalui KH Chalwani Nawawi Berjan Purworejo. […]

  • Jatman Kebumen

    Doa Bersama Sukses Muktamar, dari Luring Jatman hingga Daring IPNU-IPPNU Kebumen

    • account_circle Arif Widodo
    • 0Komentar

    NUOKe – Doa bersama untuk kesuksesan Muktamar Ke-35 Nahdlatul  Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tampak datang begitu deras dari berbagai sumber. Jika istighosah yang dilaksanakan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) telah mengawali rangkaian acara Muktamar pada 27 – 31 Agustus 2026, maka doa bersama di lingkungan PCNU Kebumen masih […]

  • Upzisnu

    Tembus Rp142,9 Juta, UPZISNU Petanahan Serahkan Laporan Tahunan ke LAZISNU Kebumen

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    NUOKe — Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) MWCNU Kecamatan Petanahan resmi menyerahkan laporan pertanggungjawaban tahunan kepada Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama PCNU Kebumen. Dalam laporan tersebut, UPZISNU Petanahan membukukan perolehan dana ZIS sebesar Rp142.993.800 selama kurun waktu satu tahun. Berkas laporan diserahkan langsung oleh jajaran pengurus […]

  • Terpilih Jadi Ketua PC Muslimat NU Kebumen 2026–2031, Ini Profil Nyai Hj Siti Anisah Yusuf

    Terpilih Jadi Ketua PC Muslimat NU Kebumen 2026–2031, Ini Profil Nyai Hj Siti Anisah Yusuf

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Estafet kepemimpinan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Kebumen resmi berganti. Melalui perhelatan Konferensi Cabang (Konfercab) XII Muslimat NU Kabupaten Kebumen yang digelar khidmat di Hotel Candisari, Karanganyar, Kebumen, Nyai Hj. Siti Anisah Yusuf terpilih sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kebumen masa khidmah 2026–2031. Proses pemilihan pucuk pimpinan wadah perempuan nahdliyin tersebut berlangsung […]

  • Mahasiswa IAINU Gelar Pelatihan Digital Marketing di Surorejan

    Mahasiswa IAINU Gelar Pelatihan Digital Marketing di Surorejan

    • account_circle Ahmad Khuldori
    • 0Komentar

    NUOKe — Komitmen mendorong pelaku usaha lokal agar semakin berdaya saing terus digulirkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen. Bertempat di Balai Desa Surorejan, para mahasiswa menggelar pelatihan digital marketing sebagai langkah nyata tindak lanjut dari program pendampingan “UMKM Naik Kelas”. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pelaku […]

  • Pergunu

    Sejarah Pergunu: Dari Majalah Dunia Pendidikan hingga Era Reformasi

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Lanskap sejarah pers dan organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menyimpan banyak dinamika menarik. Salah satunya terpotret pada April 1970, ketika sebuah majalah berkala bernama Dunia Pendidikan terpaksa menghentikan penerbitannya. Terhentinya publikasi ini bukan sekadar persoalan kendala teknis percetakan, melainkan cerminan dari situasi politik dan kelembagaan yang tengah melanda penerbitnya: Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), […]

expand_less