Tembus Rp142,9 Juta, UPZISNU Petanahan Serahkan Laporan Tahunan ke LAZISNU Kebumen
- account_circle NUOKe
- print Cetak

Ketua UPZISNU Petanahan Dwi Kurniawan (kiri) menyerahkan dokumen Laporan Keuangan UPZISNU Petanahan kepada Ketua LAZISNU Kebumen, H. Supriyono (kanan), dalam acara penyerahan Laporan Tahunan UPZISNU Petanahan.
NUOKe — Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) MWCNU Kecamatan Petanahan resmi menyerahkan laporan pertanggungjawaban tahunan kepada Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama PCNU Kebumen.
Dalam laporan tersebut, UPZISNU Petanahan membukukan perolehan dana ZIS sebesar Rp142.993.800 selama kurun waktu satu tahun. Berkas laporan diserahkan langsung oleh jajaran pengurus UPZISNU Petanahan di bawah pimpinan Dwi Kurniawan dan diterima langsung oleh Ketua LAZISNU PCNU Kebumen, H. Supriyono.
Capaian angka fantastis ini menandai lonjakan signifikan dalam tata kelola gerakan filantropi warga Nahdliyin di wilayah Petanahan. Berawal dari rintisan di dua ranting, kini gerakan koin NU telah merambah ke 19 ranting dari total 21 desa yang ada di Kecamatan Petanahan.
Ekspansi Cepat dan Inisiatif Kaleng Mandiri
Ketua UPZISNU Petanahan, Dwi Kurniawan, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah kerja keras para pengurus dan relawan lapangan PJK (Petugas Jemput Koin) yang tiada henti memupuk kesadaran warga. Saat ini, sekitar 1.500 kaleng koin sudah tersebar di tingkat ranting.
Melihat tingginya antusiasme warga serta kebutuhan gerakan yang terus berkembang, UPZISNU Petanahan mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan pengadaan tambahan 1.500 kaleng secara mandiri, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengadaan dari tingkat cabang.
“UPZISNU Petanahan berinisiatif melakukan pengadaan kaleng mandiri. Ini sekaligus menjadi bagian dari aset gerakan kita,” ungkap Dwi.
Dinamika Lapangan
Di balik capaian lebih dari seratus empat puluh dua juta rupiah tersebut, perjuangan menggerakkan ranting menyimpan banyak dinamika. Mengelola gerakan akar rumput menuntut kesabaran ekstra dalam menyatukan persepsi masyarakat.
Dwi menuturkan, koordinasi langsung di lapangan kerap mempertemukan petugas dengan berbagai karakter warga. Tak jarang, keluhan, komplain, hingga suara-suara sumbang langsung tertuju setiap saat.
Ketua LAZISNU PCNU Kebumen, H. Supriyono, memberikan apresiasi atas pencapaian dan transparansi laporan dari UPZISNU Petanahan. Soliditas gerakan dari 2 ke 19 ranting dinilai menjadi bukti nyata bahwa kesadaran berzakat dan berinfak di tingkat desa dapat digerakkan secara terstruktur, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kemaslahatan warga.
- Penulis: NUOKe

Saat ini belum ada komentar