Kirim 4 Relawan Tangguh, Utusan NU Peduli Kebumen Jadi Peserta Terbaik Training CERP PWNU Jateng
- account_circle NUOKe
- print Cetak

Delegasi relawan NU Peduli bersama jajaran pelatih Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF) berfoto bersama dalam kegiatan Training Manajemen Bencana Nahdlatul Ulama Peduli Kemanusiaan skema CERP di Gedung PCNU Kota Semarang, Ahad (20/9/2026)
SEMARANG, NUOKe – Komitmen Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen dalam meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan mitigasi bencana membuahkan prestasi membanggakan. Dalam agenda Training Manajemen Bencana Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Kemanusiaan yang diinisiasi oleh PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF) dan China Merchants Foundation, delegasi asal Kabupaten Kebumen berhasil menarik perhatian instruktur internasional.
Dari empat orang perwakilan lintas lembaga dan badan otonom di bawah payung NU Peduli Kebumen yang diterjunkan, Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Kebumen, Muhammad Faiz Kharisa, sukses dinobatkan sebagai peserta terbaik (Outstanding Student).
Pelatihan berskala regional yang menerapkan kurikulum standar Community Emergency Response Program (CERP) ini dipusatkan di Gedung PCNU Kota Semarang selama tiga hari penuh, mulai Jumat hingga Ahad (18–20 September 2026). Forum ini menghimpun puluhan perwakilan relawan tanggap bencana dari berbagai wilayah cabang se-Karesidenan Kedu dan Solo Raya.
Kekuatan Kolaborasi Empat Pilar NU Peduli Kebumen
PCNU Kabupaten Kebumen secara resmi mengutus empat figur relawan yang merepresentasikan elemen penanggulangan bencana, kemanusiaan, serta ketahanan pangan dan logistik. Berdasarkan Surat Tugas resmi bernomor 324/PC.01/A.II.06.08/1420/09/2026 yang ditandatangani jajaran Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Muhammad Faiz Kharisa (Sekretaris PC LPBI NU Kebumen), Ardi Setiawan (Direktur LAZISNU Kebumen), Dede Setiawan (Bidang Infokom Bagana Satkircab Banser Kebumen), dan Hikmatul Rohimah (Biro Perencanaan, Pendidikan, dan Pelatihan GARFA Fatayat NU Kebumen).
Kehadiran komposisi lengkap ini mencerminkan keterpaduan lintas lini di lingkungan NU Kebumen, mulai dari manajemen risiko teknis oleh LPBI, mobilisasi filantropi oleh Lazisnu, garda operasional lapangan melalui Bagana, hingga penanganan kelompok rentan serta pemberdayaan perempuan oleh Relawan Gardu Fatayat (Garfa).
Kurikulum Internasional: Dari Manajemen Risiko hingga Life-Saving Skills
Pelatihan kebencanaan CERP ini dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman dari Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF), Mister Yang. Selama pelatihan, para peserta ditempa tidak hanya dengan konsepsi teoretis, melainkan juga simulasi taktikal penyelamatan darurat.
Mister Yang menegaskan bahwa setiap potensi bencana alam membawa anatomi dan risiko ancaman yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, ketepatan membaca situasi di lapangan menjadi kunci utama keselamatan jiwa para relawan dan masyarakat terdampak.
“Setiap bencana memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda, sehingga cara menghadapi dan melakukan evakuasinya juga perlu dipahami dengan baik oleh masyarakat maupun relawan. Kesiapsiagaan ini penting agar ketika terjadi bencana, masyarakat tidak panik dan sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan,” jelas Mister Yang dalam sesi praktik.
Rangkaian materi mencakup asesmen risiko bahaya (risk assessment), sistem komando peringatan dini, teknik evakuasi darurat, proteksi kebakaran mandiri menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga keterampilan medis pra-rumah sakit. Peserta diuji kemampuannya dalam melakukan tindakan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), pembidaian imobilisasi fraktur, pembendungan pendarahan menggunakan torniket (tourniquet), hingga perakitan dan evakuasi menggunakan tandu darurat di medan sulit.

Sekretaris LPBI PCNU Kebumen, Muhammad Faiz Kharisa, menerima piagam penghargaan sebagai Peserta Terbaik (Outstanding Student) dari perwakilan instruktur Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF) pada Training Manajemen Bencana CERP di Gedung PCNU Kota Semarang, Ahad (20/9/2026).
Peserta Terbaik: Bukti Dedikasi dan Kesiapan Relawan Kebumen
Penetapan Muhammad Faiz Kharisa sebagai peraih Certificate of Outstanding Student menjadi bukti nyata dedikasi dan keseriusan delegasi asal pesisir selatan Jawa Tengah ini. Piagam penghargaan berstandar CERP tersebut diserahkan langsung oleh tim instruktur internasional setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penguasaan materi, kedisiplinan, ketahanan fisik simulasi, serta kepemimpinan lapangan.
Saat dihubungi mengenai capaian ini, Muhammad Faiz Kharisa menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukanlah semata-mata pencapaian individu, melainkan cerminan soliditas tim NU Peduli Kebumen yang bekerja kolektif selama kegiatan berlangsung.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh relawan kemanusiaan di Kabupaten Kebumen yang selama ini tak kenal lelah berkhidmat di titik-titik rawan bencana. Kurikulum pelatihan bersama SRVF ini memberikan perspektif baru, terutama dalam menyusun rencana mitigasi yang terstruktur dan terukur secara sistematis,” ujar Faiz.
Faiz menambahkan, tantangan geografis Kabupaten Kebumen yang memiliki bentang wilayah lengkap mulai dari potensi gempa megathrust dan tsunami di pesisir selatan, hingga kerawanan tanah longsor dan banjir di kawasan perbukitan utara serta Tengah menuntut kesiapsiagaan relawan yang berbasis standar operasional baku.
“Ilmu yang kami bawa dari Semarang, mulai dari pertolongan pertama pada luka darurat, tata kelola manajemen bencana, hingga pembentukan tim tanggap darurat masyarakat, akan segera kami diseminasikan ke tingkat kecamatan (MWC) dan ranting. Harapannya, NU Peduli Kebumen tidak hanya cepat dalam merespons saat darurat tiba, melainkan juga semakin tangguh dalam membangun mitigasi mandiri bersama warga,” pungkasnya.
- Penulis: NUOKe

Saat ini belum ada komentar