Terbaru
light_mode
Beranda » Banom » Profil Lengkap PMII: Sejarah Pendirian, Arti Lambang, dan Rekam Jejak Pemimpinnya

Profil Lengkap PMII: Sejarah Pendirian, Arti Lambang, dan Rekam Jejak Pemimpinnya

  • account_circle NUOKe
  • print Cetak

Kelahiran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bukan sekadar deklarasi organisasi biasa, melainkan respons strategis atas tuntutan zaman, kebutuhan kader intelektual, dan dinamika kebangsaan yang bergejolak pada dekade 1950-an hingga 1960-an.

Akar Sejarah dan Embrio Kelahiran

Gagasan untuk mendirikan wadah khusus mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) sejatinya mulai mencuat pada Kongres ke-2 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Pekalongan. Saat itu, internal IPNU masih berfokus pada pembenahan organisasi sehingga wacana tersebut belum sempat ditindaklanjuti.

Gagasan ini baru terealisasi saat Kongres ke-3 IPNU pada 27–31 Desember 1958 melalui pembentukan Departemen Perguruan Tinggi IPNU, mengingat komposisi kader mahasiswa yang kian dominan.

Sebelum integrasi tersebut terbentuk, kalangan mahasiswa NU di berbagai daerah sebetulnya telah mendirikan perkumpulan lokal secara mandiri:

  • IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama) di Jakarta (1955)
  • KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) di Surakarta (1955)
  • PMNU (Persatuan Mahasiswa Nahdlatul Ulama)

Namun, penyatuan mahasiswa dan pelajar di bawah satu bendera IPNU menghadapi banyak kendala. Karakteristik, kebutuhan, serta dinamika mahasiswa berbeda jauh dengan pelajar. Departemen Perguruan Tinggi IPNU saat itu juga tidak diakui oleh Persatuan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI) konfederasi resmi mahasiswa tingkat nasional.

Secara eksternal, tensi politik kian meruncing menyusul kedekatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Partai Masyumi, ditambah keterlibatan sejumlah tokohnya dalam pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Di sisi lain, Partai NU membutuhkan pasokan kader berkapasitas intelektual tinggi guna mengisi posisi-posisi strategis kenegaraan tanpa harus bergantung pada figur eksternal yang di-NU-kan.

Melihat kondisi tersebut, Konferensi Besar (Konbes) IPNU pada 14–16 Maret 1960 di Kaliurang, Yogyakarta, secara resmi memutuskan pembentukan organisasi mahasiswa NU yang mandiri dan terpisah dari IPNU-IPPNU.

13 Tokoh Pendiri dan Deklarasi 17 April 1960

Sebagai tindak lanjut dari Konbes Kaliurang, 13 tokoh ditunjuk menjadi sponsor pendiri organisasi:

  1. Cholid Mawardi (Jakarta)
  2. Said Budairy (Jakarta)
  3. M. Sobich Ubaid (Jakarta)
  4. M. Makmun Syukri, B.A. (Bandung)
  5. Hilman (Bandung)
  6. H. Ismail Makky (Yogyakarta)
  7. Munsif Nahrawi (Yogyakarta)
  8. Nuril Huda Suady, H.A. (Surakarta)
  9. Laily Mansur (Surakarta)
  10. Abd. Wahab Jailani (Semarang)
  11. Hisbullah Huda (Surabaya)
  12. M. Cholid Narbuko (Malang)
  13. Ahmad Husain (Makassar)

Para perintis ini menggelar musyawarah di Surabaya pada 14–16 April 1960. Delegasi Bandung dan Surabaya didukung Surakarta mengusulkan nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Usulan ini mengungguli opsi lain, seperti Perhimpunan Persatuan Mahasiswa Ahlusunnah wal Jamaah maupun Perhimpunan Mahasiswa Sunny (usulan Yogyakarta), serta nama IMANU (usulan Jakarta).

Peraturan Dasar PMII resmi disahkan dan diberlakukan mulai 17 April 1960, tanggal yang hingga kini diperingati sebagai hari lahir (Harlah) PMII.

Di tengah atmosfer Demokrasi Terpimpin era Orde Lama yang menempatkan “politik sebagai panglima”, PMII tumbuh pesat. Mengawali kiprah dengan 13 cabang pada Kongres I di Tawangmangu, organisasi ini telah menaungi 31 cabang pada Kongres II tahun 1963.

Filosofi Identitas dan Dinamika Kebangsaan

Nama PMII memuat fondasi filosofis yang mengakar pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan:

  • Pergerakan: Dinamika hamba Allah yang senantiasa berikhtiar secara sadar membina potensi ketuhanan dan kemanusiaan demi menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).
  • Mahasiswa: Generasi muda intelektual di perguruan tinggi dengan citra diri sebagai insan religius, dinamis, sosial, dan mandiri.
  • Islam: Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang memadukan dimensi iman, Islam, dan ihsan secara proporsional. Karakter ini diterjemahkan melalui pola sikap yang selektif, akomodatif, terbuka, progresif, serta menghormati kemajemukan.
  • Indonesia: Komitmen utuh terhadap tumpah darah Indonesia yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Wawasan Nusantara.

Komitmen kebangsaan PMII terbukti mengakar kuat. Pada Kongres ke-9 di Surabaya, sempat muncul gagasan mengubah nama PMII menjadi Pergerakan Mahasiswa Republik Indonesia agar organisasi lebih berorientasi pada spektrum kebangsaan. Gagasan ini ditolak oleh forum muktamirin. Pasalnya, sejak awal mukadimah AD/ART PMII telah menempatkan Pancasila sebagai falsafah mutlak tanpa perlu menanggalkan identitas keislaman aswaja.

Makna Filosofis Lambang PMII

Lambang PMII dirancang oleh H. Said Budairy dengan elemen visual yang sarat simbol perjuangan:

  • Bentuk Perisai: Melambangkan ketahanan mental, intelektual, dan spiritual mahasiswa Islam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman serta pengaruh dari luar.
  • Lima Bintang Sebelah Atas: Representasi Rasulullah SAW bersama empat sahabat terkemuka, yaitu al-Khulafaur Rasyidun (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali).
  • Empat Bintang Sebelah Bawah: Menggambarkan empat mazhab fikih yang berhaluan Ahlusunnah wal Jama’ah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali).
  • Makna Angka Sembilan Bintang: Memiliki arti ganda. Pertama, menggambarkan Rasulullah SAW, empat sahabat, dan empat imam mazhab laksana bintang penerang umat manusia. Kedua, melambangkan sembilan tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa, yakni Walisongo.
  • Warna Kuning di Perisai Bagian Atas: Menggambarkan identitas kemahasiswaan, sifat dasar pergerakan, kebesaran, serta semangat membara dalam menyongsong masa depan.
  • Warna Biru Muda di Perisai Bagian Bawah: Simbol keluhuran budi pekerti, ketinggian ilmu pengetahuan, dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Warna Biru pada Tulisan PMII: Menunjukkan kedalaman ilmu pengetahuan yang wajib diselami oleh kader pergerakan, sekaligus lambang perairan Nusantara yang membentang luas.

Unduh Logo Resmi PMII

Bagi kader maupun masyarakat yang membutuhkan aset visual organisasi dalam format resolusi tinggi, berkas resmi dapat diunduh melalui tautan berikut: Download Logo Resmi PMII: Tersedia langsung di laman unduhan situs resmi nuoke.or.id.

Rekam Jejak Ketua Umum PB PMII (1960–2027)

Kepemimpinan nasional PB PMII dari masa ke masa diisi oleh figur-figur pergerakan yang mewarnai sejarah politik dan sosial Indonesia:

  • 1960–1967: Mahbub Junaidi (tiga periode kepengurusan)
  • 1967–1973: M. Zamroni (dua periode kepengurusan)
  • 1973–1976: Abduh Paddare
  • 1977–1981: Ahmad Bagdja
  • 1981–1984: Muhyiddin Arubusman
  • 1985–1988: Suryadharma Ali
  • 1988–1991: M. Iqbal Assegaf
  • 1991–1994: Ali Masykur Musa
  • 1994–1997: Muhaimin Iskandar
  • 1997–2000: Syaiful Bahri Anshori
  • 2000–2002: Nusron Wahid
  • 2003–2005: A. Malik Haramain
  • 2005–2007: Hery Haryanto Azumi
  • 2008–2011: Rodli Kaelani
  • 2011–2013: Addin Jauharudin
  • 2014–2017: Aminuddin Ma’ruf
  • 2017–2021: Agus Mulyono Herlambang
  • 2021–2024: Muhammad Abdullah Syukri (Gus Abe)
  • 2024–2027: Muhammad Shofiyullah Cokro (Gus Shofi)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Kebumen Dukung Proses Hukum Kasus Perundungan Viral, Siswa Pelaku Dikembalikan ke Orang Tua

    Kasus Perundunngan Viral Kebumen: Sikap Tegas PCNU dan Sanksi Pelaku

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen menegaskan komitmen kuatnya dalam menolak segala bentuk tindak kekerasan dan aksi perundungan di lingkungan lembaga pendidikan. Sikap tegas tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, saat turun langsung meninjau proses penanganan kasus dugaan aksi perundungan yang sempat viral di media sosial di lingkungan SMK Ma’arif […]

  • LWPNU

    Perkuat Legalitas Aset, MI Ma’arif Kalikemong Resmi Terima Sertifikat Nazhir Wakaf dari PCNU Kebumen

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    NUOKe – PCNU Kebumen terus mempercepat langkah pengamanan dan legalisasi aset-aset umat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan sertifikat tanah wakaf berbadan hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama kepada pihak pengelola Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Kalikemong, Jumat (21/8/2026). Prosesi penyerahan sertifikat wakaf tersebut berlangsung khidmat di Kantor Gedung PCNU Kebumen. Hadir langsung dalam agenda tersebut jajaran Pengurus Nazhir […]

  • PCNU Kebumen

    PCNU Kebumen Sambut Gembira Muktamar Ke-35 NU

    • account_circle Arif Widodo
    • 0Komentar

    NUOKe – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen menyambut gembira pelaksanaan Muktamar Ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis – Senin, 27 – 31 Agustus 2026 atau 14 – 18 Rabiul Awwal 1448 H. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kebumen, KH Afifudin Al-Hasani menuturkan, moment lima tahunan tersebut menjadi ajang silaturahmi […]

  • Download Logo NU Resmi Versi Vector, PNG, CDR

    Download Logo NU Resmi Versi Vector, PNG, CDR

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Sebuah simbol organisasi bukan sekadar goresan estetika di atas kertas, melainkan manifestasi spiritual dan arah perjuangan. Hal inilah yang tecermin dalam lambang Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Di balik desain bola dunia berbalut tambang dan sembilan bintang tersebut, tersimpan kisah keteguhan batin pelukisnya, Kiai Ridwan Abdullah. Santri dari Syaikhona Kholil Bangkalan ini […]

  • Muktamar NU

    Rangkaian Agenda Muktamar ke-35 NU di Jombang: Jadwal Pembukaan Presiden RI hingga Pemilihan Ketua PBNU

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    NUOKe — Perhelatan akbar lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), segera memasuki babak baru. Berdasarkan dokumen resmi Steering Committee (SC), Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 dan dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Muktamar ini akan menjadi momentum krusial bagi warga Nahdliyin untuk […]

  • Upzisnu

    Tembus Rp142,9 Juta, UPZISNU Petanahan Serahkan Laporan Tahunan ke LAZISNU Kebumen

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    NUOKe — Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) MWCNU Kecamatan Petanahan resmi menyerahkan laporan pertanggungjawaban tahunan kepada Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama PCNU Kebumen. Dalam laporan tersebut, UPZISNU Petanahan membukukan perolehan dana ZIS sebesar Rp142.993.800 selama kurun waktu satu tahun. Berkas laporan diserahkan langsung oleh jajaran pengurus […]

expand_less