PCNU Kebumen Sambut Gembira Muktamar Ke-35 NU
- account_circle Arif Widodo
- print Cetak

EMPAT NAMA : Dari atas ke bawah terdapat empat nama yang diusulkan PCNU Kabupaten Kebumen untuk mengikuti pembahasan melalui bahtsul masail dalam sidang komisi-komisi pada Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis - Senin, 27 - 31 Agustus 2026.
NUOKe – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen menyambut gembira pelaksanaan Muktamar Ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis – Senin, 27 – 31 Agustus 2026 atau 14 – 18 Rabiul Awwal 1448 H.
Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kebumen, KH Afifudin Al-Hasani menuturkan, moment lima tahunan tersebut menjadi ajang silaturahmi kaum Nahdliyin sedunia karena terdapat 16 Pengurus Cabang Istimewa (PCINU) dari berbagai negara yang dijadwalkan turut berpartisipasi dalam Muktamar tersebut.
“Dengan silaturahmi akan mendapat keberkahan dari tokoh-tokoh idola serta kasepuhan yang rawuh (datang-Red) dalam pelaksanaan Muktamar Ke-35 di PP Bahrul Ulum Tambakberas. Dan ini tentunya menggembirakan kita semua,” kata Kiai Afifudin didampingi Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Kebumen, KH Fauzin Jamil MPdI di Kantor PCNU Kabupaten Kebumen, Senin (24/8/2026).
Bersama para tokoh dan sesepuh, lanjut Kiai Afifudin, akan dibahas tentang keorganisasian serta kemajuan NU ke depan. Di samping itu juga dibahas isu-isu strategis melalui bahtsul masail dalam sidang komisi-komisi. Di mana penggodokannya, jelas Kiai Afifudin yang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen, dengan diskursus multidisiplin ilmu seperti fiqih, sains, teknologi, dan kebijakan publik.
Kiai Fauzin Jamil menambahkan, pembahasan melalui bahtsul masail dalam sidang komisi-komisi pada Muktamar tersebut akan menjadi suara NU. Ia menyebut pembahasannya seperti pajak berkeadilan, hukum komersialisasi data genetika atau DNA, serta penggunaan neuralink atau penanaman cip (microchip) ke dalam tubuh dan otak manusia.
Terkait hal itu, PCNU Kabupaten Kebumen mengusulkan unsur Syuriyah yaitu Kiai Afifudin (Rais) dan Kiai Fauzin Jamil (Katib) serta unsur Tanfidziyah Dr H Imam Satibi MPdI (Ketua) dan H Muhiban MPdI (Sekretaris). Masing-masing diusulkan untuk mengikuti bahtsul masail dalam sidang komisi-komisi yang dijadwalkan pada Jum’at, 28 Agustus 2026 pukul 19.00 – 22.30. Meliputi Komisi A ad-Diniyah al-Maudlu’iyyah, Komisi B ad-Diniyah al-Waqi’iyyah, Komisi C ad-Diniyah al-Qununiyyah, Komisi D organisasi, Komisi E Program dan Komisi F Rekomendasi.
Sidang komisi-komisi berlanjut pada Sabtu, 29 Agustus 2029 dari pukul 07.00 – pukul 12.00, yang disertai dengan usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Adapun pemilihan dan penetapan Ahwa dilaksanakan melalui sidang pleno pada malamnya, setelah laporan dan pengesahan hasil sidang komisi-komisi dan demisioner Pengurus PBNU masa khidmah 2021 – 2026. Dilanjutkan dengan sidang anggota Ahwa dan pengesahan Rais Aam masa khidmah 2026 – 2031, pemilihan Ketua Umum masa khidmah 2026 – 2031 serta penetapan Mid Formatur pada pukul 19.30 – 23.00. Adapun penutupan Muktamar dijadwalkan pada Ahad, 30 Agustus 2026.
Panitia Muktamar Ke-35 NU menegaskan bahwa jadwal sewaktu-waktu bisa berubah. Muktamar yang diagendakan berlangsung 27 – 31 Agustus 2026 itu pun telah disiapkan registrasi sejak Rabu, 26 Agustus 2026. Hari berikutnya yang masih dilaksanakan registrasi terdapat seremonial pembukaan Muktamar yang dijadwalkan pukul 20.00 – 22.15. Selanjutnya pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebelum sidang-sidang komisi, dilaksanakan sidang pleno pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban (LPJ) PBNU serta pandangan umum dan jawaban atas pendangan umum LPJ PBNU.
- Penulis: Arif Widodo


Saat ini belum ada komentar