Terbaru
light_mode
Beranda » Kegiatan » Rawat Warisan Tradisi Klasik, PCNU Kebumen Gelar Lomba Al-Barzanji Hari Santri 2026

Rawat Warisan Tradisi Klasik, PCNU Kebumen Gelar Lomba Al-Barzanji Hari Santri 2026

  • account_circle NUOKe
  • print Cetak

KEBUMEN, NUOKe – Gaung tradisi selawat dan pelestarian seni tutur keagamaan kembali bergema di Kabupaten Kebumen. Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kebumen secara resmi memprakarsai penyelenggaraan perlombaan pembacaan Kitab Al-Barzanji yang diadakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen dalam rangka menyambut Hari Santri Tahun 2026. Gelaran ini bukan sekadar kompetisi olah vokal biasa, melainkan ikhtiar kebudayaan untuk merawat serta menghidupkan kembali warisan seni keagamaan yang telah diwariskan turun-temurun oleh para alim ulama dan sesepuh di Kebumen.

Langkah pelestarian ini menjadi sangat krusial di tengah pesatnya perkembangan musik religi kontemporer. Di saat aransemen hadrah modern dan lagu pop selawat makin marak, langgam klasik, cengkok tradisional, serta kekhidmatan pembacaan Barzanji khas Kebumenan justru semakin langka dipelajari oleh kalangan generasi muda.

Misi Merawat Seni Budaya Ulama dan Kiai

Penyelenggaraan ajang ini berakar kuat dari tekad warga Nahdliyin untuk terus nguri-uri atau memelihara kekayaan seni budaya para kiai sepuh. Kitab Al-Barzanji yang merangkum sejarah hidup, akhlak mulia, serta untaian pujian kepada Nabi Muhammad SAW telah lama mengakar kuat sebagai tradisi amaliah masyarakat Ahlussunnah wal Jamaah di Nusantara.

Melalui festival ini, panitia merangkul partisipasi aktif dari basis kultural masyarakat umum. Peserta merupakan utusan resmi dari kelompok yasinan, perkumpulan tahlilan, jamaah musala, pengurus takmir masjid, majelis taklim, pondok pesantren, hingga arisan warga NU di seluruh penjuru Kabupaten Kebumen. Sinergi ini ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus meneguhkan kembali identitas seni klasik bernilai luhur.

Formasi Regu Berdaya Vokal Akapela Murni

Berbeda dari festival rebana pada umumnya yang mengandalkan tabuhan instrumen musik, lomba Al-Barzanji kali ini menonjolkan kemampuan vokal murni tanpa bantuan pengiring instrumen modern atau elektronik (akapela).

Setiap kelompok berkekuatan 15 orang dengan pembagian peran yang terstruktur rapi:

  • Satu orang bertugas membaca teks narasi atau prosa yang dikenal sebagai Natsar (Atiril).
  • Empat orang bertindak sebagai pemimpin lagu atau pembawa nada utama yang melantunkan bait selawat secara bersahutan.
  • Sepuluh orang bertugas sebagai pengisi suara latar (backing vocal), di mana seluruh anggota regu juga turut berperan ganda menopang harmoni suara tim.

Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana muslim atau muslimah yang rapi, santun, dan menutup aurat, serta menjunjung tinggi adab dan sopan santun selama acara berlangsung.

Ketentuan Langgam Versi Klasik Kebumenan

Salah satu daya tarik utama sekaligus parameter seleksi yang ketat berada pada ragam lagu yang dibawakan. Rangkaian penampilan regu dimulai dari salam pembuka, bacaan tawasul, pembacaan satu babak natsar atau atiril berdasarkan nomor undian saat pertemuan teknis (technical meeting), kemudian dilanjutkan dengan lantunan bait Nadzom Mahalul Qiyam (Syrakal atau Marhaban), dan dipungkasi oleh salam penutup.

Panitia menegaskan bahwa lagu Mahalul Qiyam wajib menggunakan versi klasik Kebumenan. Penampilan tidak boleh disisipi oleh variasi kasidah modern, aransemen pop religi, ataupun gaya selawat masa kini yang keluar dari pakem tradisional. Sementara itu, bagi pembaca teks prosa (natsar), peserta diberikan kebebasan memilih langgam lagu yang merdu asalkan tetap memperhatikan kaidah ilmu tajwid secara tepat dan sempurna.

Setiap tim dibatasi durasi waktu tampil paling lama 15 menit, mulai dari salam pembuka hingga salam penutup. Kedisiplinan waktu ini menjadi perhatian khusus, sebab kelompok yang melampaui batas waktu akan dikenai penalti pemotongan nilai sebesar 5 poin.

Tiga Pilar Penilaian dan Penghargaan Pemenang

Guna menjaga independensi dan mutu penjurian, panitia menunjuk sekurang-kurangnya tiga orang dewan juri ahli yang memiliki kompetensi mendalam di bidang qiraah dan seni Barzanji, dengan keputusan yang bersifat mutlak serta tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria penilaian lomba dibagi ke dalam tiga pilar utama:

  1. Fashahah dan Tajwid (Bobot 40%): Menilai ketepatan pelafalan huruf (makhorijul huruf), kepatuhan terhadap kaidah hukum tajwid, serta kelancaran pembacaan tanpa terbata-bata, khususnya pada teks natsar atau atiril.
  2. Suara dan Lagu (Bobot 40%): Mengukur mutu suara, kehalusan nada, teknik pengaturan napas, serta keindahan cengkok dan irama lagu tradisional klasik.
  3. Adab dan Penampilan (Bobot 20%): Menilai etika kesopanan, kerapian dan keserasian regu, kekompakan barisan tim, ketepatan alokasi waktu, serta penghayatan mendalam terhadap isi teks Al-Barzanji.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para peserta dalam menjaga tradisi ini, panitia menyediakan piala kejuaraan dan uang pembinaan bagi pemenang Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1, 2, dan 3.

Unduh Panduan Teknis Lengkap

Bagi pengurus ranting, takmir musala, majelis taklim, maupun komunitas Nahdliyin di wilayah Kabupaten Kebumen yang ingin mendaftarkan kelompoknya serta membutuhkan salinan berkas pedoman resmi perlombaan, dokumen acuan dapat diakses langsung melalui tautan di bawah ini:

Download Petunjuk Teknis Lomba Al Barjanzi Hari Santri 2026 (Klik tautan ini untuk mengunduh berkas resmi panduan dan tata tertib)

  • Penulis: NUOKe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banom NU

    Mengenal Banom NU: Struktur, Tugas, dan Ragam Organisasinya

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia Nahdlatul Ulama (NU) kerap diasosiasikan dengan massa cair, tradisi pesantren, dan kultur komunal yang mengakar. Namun di balik persepsi sosiologis tersebut, NU sesungguhnya ditopang oleh arsitektur kelembagaan modern yang terstruktur rapi. Struktur inilah yang memungkinkan gerak dakwah, sosial, dan politik kebangsaan NU menjangkau hampir setiap lapisan […]

  • Muslimat NU

    Sejarah Muslimat NU: Profil, Visi, dan Kiprah Nyatanya

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Gerakan perempuan di Indonesia mencatatkan jejak historis panjang yang tidak terpisahkan dari denyut nadi kebangsaan dan keagamaan. Salah satu pilar utamanya adalah Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU), badan otonom di bawah naungan jamiah Nahdlatul Ulama yang mengonsolidasikan jutaan perempuan muslim di seluruh pelosok negeri. Lahir dari keberanian menyuarakan kesetaraan peran di ruang publik, Muslimat NU […]

  • JATMAN

    Sejarah Lengkap JATMAN NU: Tokoh Pendiri, Struktur Organisasi, dan Hasil Muktamar

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Gerakan tasawuf di Indonesia memiliki akar sejarah yang kokoh dan terorganisasi rapi. Di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), wadah bagi para pengamal tarekat berhimpun di bawah naungan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN). Melacak sejarah kelahirannya tidak lepas dari temuan dokumen autentik berupa manuskrip bertajuk Risalah al-Mu’tamar al-Awwal yang tersimpan melalui KH Chalwani Nawawi Berjan Purworejo. […]

  • Sejarah Sarbumusi

    Sejarah Sarbumusi NU: Dari Pabrik Gula hingga Menjadi Konfederasi

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Perjalanan panjang gerakan buruh di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran kalangan santri dan ulama. Melalui Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Nahdlatul Ulama (NU) menorehkan sejarah panjang dalam advokasi hak-hak kaum pekerja. Menapaki usia ke-71 sejak didirikan pada 27 September 1955 (9 Shafar 1375 H), Sarbumusi membuktikan eksistensinya sebagai salah satu pilar perjuangan ketenagakerjaan […]

  • Jelang Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kebumen Siapkan Agenda Lomba hingga Apel Akbar

    Jelang Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kebumen Siapkan Agenda Lomba hingga Apel Akbar

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    KEBUMEN, NUOKe – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen mulai mematangkan agenda peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026. Melalui rapat koordinasi yang berlangsung khidmat di Gedung PCNU Kebumen, Sabtu (26/9/2026), jajaran pengurus struktural, lembaga, dan badan otonom (banom) menyepakati serangkaian kegiatan yang memadukan spiritualitas, syiar budaya lokal, hingga konsolidasi massal santri se-Kabupaten Kebumen. […]

  • Gus Kikin

    Profil Gus Kikin, Pengasuh Tebuireng yang Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi menetapkan K.H. Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031. Ulama kharismatik yang akrab disapa Gus Kikin ini terpilih melalui proses penjaringan sebelum akhirnya disahkan secara resmi oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Terpilihnya Gus Kikin menandai babak baru kepemimpinan ormas Islam terbesar […]

expand_less