Peringati Maulid Nabi, Fatayat NU Kebumen Padukan Spirit Kemandirian Ekonomi melalui Produk “Faseh”
- account_circle NUOKe
- print Cetak

Mengawali majelis dengan penuh keberkahan, para sahabat kader PC Fatayat NU Kebumen melantunkan pembacaan Al-Barzanji dan semaan Al-Qur'an di sela agenda Maulid Nabi Muhammad SAW serta Mujahadah Rutinan PJ Faseh di Gedung PCNU Kebumen, Minggu (06/09/2026)
KEBUMEN, NUOKe – Semangat peringatan kelahiran baginda Rasulullah SAW menjadi momentum penguatan dua pilar utama bagi Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Kebumen: dakwah spiritual dan kemandirian ekonomi. Melalui gelaran Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Mujahadah Rutin PJ Faseh, ratusan kader perempuan muda NU memadati Gedung PCNU Kebumen pada Minggu (06/09/2026).
Kegiatan berkala ini menjadi panggung sinergi nyata antara Bidang Dakwah dan Bidang Ekonomi PC Fatayat NU Kebumen. Salah satu fokus utamanya adalah akselerasi hilirisasi Faseh, produk sabun cuci piring inovatif hasil karya orisinal para kader Fatayat Kebumen yang terus menunjukkan pertumbuhan pasar signifikan.
Ketua Panitia Pelaksana, Sahabat Sutarmi, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan pentingnya militansi kader untuk membesarkan produk kebanggaan organisasi. Ia mengajak seluruh lapisan kader di tingkat bawah untuk menjadi konsumen sekaligus duta utama sabun cuci piring Faseh.
“Faseh ini lahir dari keringat dan kreativitas sahabat-sahabat semua. Mari kita rawat dan besarkan bersama dengan prinsip ‘dari kita untuk kita’. Ketika kita memakai produk sendiri, kita sedang membangun fondasi ekonomi umat yang mandiri,” ujar Sutarmi di hadapan para kader.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC Fatayat NU Kebumen, Sahabat Hj. Siti Badi’atul Firdos, M.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh perwakilan dari 26 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Kebumen yang hadir lengkap memenuhi ruangan.
Dalam sambutannya, Hj. Siti Badi’atul Firdos memaparkan bahwa kolaborasi lintas bidang seperti ini merupakan strategi jitu agar dakwah tidak berjalan kaku, melainkan solutif menjawab kebutuhan kesejahteraan keluarga nahdliyin.
“Komitmen kami jelas, ke depan Faseh tidak sekadar diproduksi secara terbatas. Kami memohon doa dan dukungan penuh dari seluruh PAC dan masyarakat agar ikhtiar PC Fatayat NU Kebumen memiliki rumah produksi sendiri yang representatif segera terwujud. Hilirisasi ini demi kemandirian organisasi jangka panjang,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Hj. Siti Badi’atul Firdos juga menyampaikan laporan poin-poin strategis hasil Muktamar, serta meminta doa restu seluruh hadirin atas terpilihnya 3 (tiga) sahabat kader Fatayat yang resmi mewakili Kafilah Jawa Tengah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional.

Penyerahan hadiah doorprize, termasuk 2 Tabungan Emas BSI, kepada para kader Fatayat NU Kebumen yang beruntung, memeriahkan sesi sosialisasi BSI Kebumen pada Peringatan Maulid Nabi dan Mujahadah PJ Faseh di Gedung PCNU. (Foto: Fatayat)
Ada yang menarik dalam rangkaian acara kali ini. Di sela-sela agenda organisasi, suasana semakin dinamis dengan hadirnya sesi sosialisasi literasi keuangan syariah bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Kebumen.
Perwakilan BSI Kebumen, Teguh, memaparkan pentingnya manajemen aset dan investasi syariah yang aman bagi kalangan ibu-ibu dan perempuan produktif melalui program BSI Cicil Emas. Dalam paparannya, ia menggarisbawahi bahwa emas merupakan instrumen lindung nilai (safe haven) paling tahan terhadap inflasi dan terjangkau untuk dicicil mulai dari harga ringan.
“Ibu-ibu dan sahabat Fatayat adalah manajer keuangan di rumah tangga masing-masing. Melalui BSI Cicil Emas, kepemilikan logam mulia menjadi sangat mudah, terencana, dan tanpa was-was karena fisik emasnya langsung diasuransikan serta angsurannya tetap hingga lunas. Ini wujud nyata bagaimana syariah melindungi aset keluarga,” ungkap Teguh di hadapan peserta.
Antusiasme peserta memuncak saat sesi edukasi berlanjut ke pengundian doorprize. Suasana kian semarak ketika panitia bersama pihak BSI membagikan beragam cinderamata langsung dan memberikan hadiah istimewa berupa Tabungan Emas BSI kepada 2 (dua) kader Fatayat yang beruntung di akhir pemaparan materi.
Siraman Rohani dan Hangatnya Tradisi ‘Among-Among’ Nasi Bucu
Memasuki sesi inti rohani, Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh Nyai Hj. Masrurotul Azizah, M.Pd. dari Pondok Pesantren Husnul Hidayah Karangtanjung yang juga mengemban amanah di Bidang Dakwah PC Fatayat NU Kebumen.
Dalam tausiyahnya, Nyai Masruroh menegaskan bahwa merayakan Maulid Nabi dan melantunkan shalawat bukan sekadar rutinitas seremoni, melainkan penegasan identitas keimanan seorang mukmin.
“Kecintaan kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW adalah cerminan identitas moral kita. Bentuk cinta itu tercermin dari dua hal: ketaatan beribadah dan kepedulian sosial kita kepada sesama, termasuk bagaimana kita saling tolong-menolong memperkuat ekonomi saudara seakidah,” pesan Nyai Masruroh khidmat.

GUYUB RUKUN: Ratusan kader PC Fatayat NU Kebumen duduk bersama menikmati hidangan among-among tasyakuran di Gedung PCNU Kebumen, Minggu (06/09/2026). Sebanyak 10 cepon nasi bucu disajikan sebagai penutup rangkaian Peringatan Maulid Nabi dan Mujahadah PJ Faseh, melambangkan rasa syukur atas kolaborasi bidang dakwah dan ekonomi serta soliditas 26 PAC se-Kebumen. (Foto: Fatayat)
Rangkaian acara yang sarat makna ini dipuncaki dengan tradisi kearifan lokal yakni tradisi among-among tasyakuran. Sebanyak 10 cepon nasi bucu lengkap dengan lauk-pauk tradisional dihidangkan di tengah-tengah majelis.
Seluruh jajaran pengurus cabang, delegasi PAC, pemateri membaur tanpa sekat menyantap hidangan bersama. Suasana akrab, guyub, dan penuh kekeluargaan ini menjadi penanda rasa syukur atas nikmat silaturahmi sekaligus peneguh komitmen kader Fatayat NU Kebumen untuk terus berdaya dan memberi manfaat nyata bagi umat. (*/tim)
- Penulis: NUOKe

Saat ini belum ada komentar