Gelaran Muktamar Ke-35 NU (1-bersambung)
- account_circle Arif Widodo
- print Cetak

LAUTAN MANUSIA : Pintu gerbang Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur tampak seperti lautan manusia saat pembukaan pada Kamis (27/8/2026)
Gelaran Muktamar Ke-35 NU (1-bersambung)
Solusi Jalan Tengah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Apa Saja yang Rumit Jadi Beres
MASIH ingat betapa alotnya menentukan tempat penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada kepengurusan PBNU masa khidmat 2021 – 2026. Bahkan proses menuju perhelatan forum permusyawaratan tertinggi di organisasi kaum Nahdliyin itu sempat diwarnai kisruh di tingkat elite. Hal itu dikhawatirkan merembet pada gelaran Muktamar yang telah diputuskan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27 – 31 Agustus 2026. Bagaimana pihak setempat menyikapinya, akan disajikan dalam dua tulisan.
Dalam situasi hingga diputuskan tempat pelaksanaan Muktamar tersebut seperti membuka celah bagi pihak-pihak tertentu untuk menjadikannya sebagai bahan gorengan. Di antaranya sempat muncul pesan berantai yang menyebut fasilitas yang ada di Pondok Pesantren Bahrul Ulum tidak memadai untuk perhelatan sebesar Muktamar, yang diisukan dipindah ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Alih-alih melakukan konfirmasi kepada pihak yang ketempatan Muktamar sehingga balance, malah isu yang beredar kian menyudutkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Padahal pemilihan Tambakberas sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar kali ini merupakan solusi jalan tengah, yang tidak hanya sekadar menyangkut urusan teknis, namun melihat pertimbangan spiritual dan kemaslahatan jam’iyah NU.

DRONE SHOW : Pengunjung bergembira ria menyaksikan drone show di sela-sela Muktamar pada, Jum’at (28/8/2026)
Menurut Ketua Umum Yayasan Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, kondisi sebenarnya di lapangan justru jauh berbeda dengan isu-isu yang beredar dalam jaringan (Daring) terkait pelaksanaan Muktamar, karena suasana di Tambakberas tetap tenang dan kondusif.
“Nyatanya, semua merasakan kegembiraan, tidak hanya peserta dan rombongan dari berbagai wilayah di Tanah Air serta mancanegara. Masyarakat sekitar dan semua yang terlibat juga merasakan keberkahannya,” kata Gus Rozaq, sapaan akrab KH Abdurrozaq Sholeh di sela-sela membuka drone show yang disambut riuh pengunjung sembari meneriakkan yel-yel Muktamar Ke-35 NU “Gembira, berkah, berkah, berkah, Alhamdulillah”.

AMANKAN MUKTAMAR : Pasukan Sigap mengamankan jalannya Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27 – 31 Agustus 2026.
Keamanan Lokal
Lebih lanjut Gus Rozaq menegaskan tidak ada gesekan apa pun dalam proses yang dilalui sampai saat ini. Semua peserta datang dengan senyum dan merasa senang atas fasilitas dan pelayanan yang ada. Pihaknya pun mengendalikan situasi secara penuh untuk kawasan ring satu yang hanya melibatkan keamanan lokal.
Pihak Pondok Pesantren Bahrul Ulum juga telah mengawal proses registrasi secara tuntas. Selanjutnya sidang pleno pertama yang membahas tata tertib Muktamar berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Sidang pleno yang berlanjut penentuan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) terdapat ruang khusus untuk menyimpan nama-nama yang diusulkan Muktamirin. Ruang tersebut terlihat jelas dengan dinding kaca yang disegel. Di samping itu juga dijaga ketat oleh pasukan Sigap (Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan) dari santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Dalam pelaksanaan Muktamar kali ini dikerahkan sebanyak 150 personel.

MENARA MASJID : Bangunan menara masjid bersejarah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Gus Rozaq yang ditemui Tim Media PCNU Kebumen pada Jum’at (28/8/2026) malam di ndalem Pondok Pesantren Muhajirin 1 Bahrul Ulum Tambakberas, bersyukur prosesnya berjalan lancar dan penuh dengan kegembiraan. Hal tersebut tidak lepas dari semangat yang diwariskan oleh muassis NU KH Wahab Hasbullah yang mengintegrasikan nilai keagamaan dan kebangsaan dalam satu napas perjuangan.
Pondok Pesantren Muhajirin 1 yang diasuh Gus Rozaq merupakan salah satu pesantren naungan Yayasan Bahrul Ulum. Letaknya berada di seberang jalan masjid yang mengawali cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Bahrul Ulum pada 1826. Kini perkembangannya mencapai 53 pesantren yang menempati areal seluas 20 hektare dalam kendali satu yayasan. Pengelolaan dengan kerumitan tinggi itu tampaknya sedang diaplikasikan dalam pelaksanaan Muktamar di Tambakberas, di mana Gus Rozaq sebagai Ketua Panitia Lokal.
“Di Bahrul Ulum Tambakberas, apa saja yang rumit jadi beres. Kita sudah terbiasa melaksanakan event-event nasional. Tapi Muktamar kali ini memang lebih dari apa yang sudah kita laksanakan. Dan ini termasuk sumbangsih Tambakberas untuk Nahdlatul Ulama. Sehingga semua pesantren di bawah naungan Yayasan Bahrul Ulum ikut mensukseskan ketika Tambakberas menerima keputusan dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar,” tandasnya. (Arif Widodo)
- Penulis: Arif Widodo


Saat ini belum ada komentar