Ratusan Takmir Ikuti Pelatihan Kader Penggerak Masjid Mushola Angkatan Ke-11 di MWCNU Puring
- account_circle NUOKe
- print Cetak

Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., memberikan sambutan sekaligus materi kunci dalam Pelatihan Kader Penggerak Masjid Mushola Nahdlatul Ulama (PKP-MMNU) Angkatan Ke-11 di Kantor Bersama MWCNU Puring, Kebumen, Ahad (11/10/2026). (Foto: Dok. Panitia MWCNU Puring)
KEBUMEN, NUOKe – Upaya penguatan tata kelola rumah ibadah berbasis komunitas terus digencarkan oleh jajaran Nahdlatul Ulama di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Puring sukses merampungkan agenda Pelatihan Kader Penggerak Masjid Mushola Nahdlatul Ulama (PKP-MMNU) Angkatan Ke-11. Forum kaderisasi ketakmiran ini dipusatkan di kompleks Kantor Bersama MWCNU Puring, Jalan Puring–Petanahan, Desa Purwoharjo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Ahad (11/10/2026).
Kegiatan berlangsung dinamis sejak pagi hari dengan dihadiri sekitar 150 partisipan. Berdasarkan rekapitulasi panitia pelaksana, total peserta resmi yang teregistrasi mengikuti seluruh materi mencapai 121 orang utusan dari berbagai desa di wilayah kerja MWCNU Puring. Menariknya, forum kaderisasi ketakmiran kali ini tidak hanya didominasi kaum adam, melainkan juga melibatkan perwakilan kaum perempuan yang aktif memegang peranan pengurusan mushola di tingkat akar rumput.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil bersama yang dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah MWCNU Puring, KH Darmungi Ihsan. Suasana berlangsung khidmat sebelum seluruh hadirin serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars kebanggaan Syubbanul Wathan (Yalal Wathan).
Ketua Panitia Pelaksana, K Suripto, menegaskan bahwa animo warga nahdliyin untuk menata sistem administrasi dan pelayanan sarana ibadah tergolong tinggi. Keterlibatan perempuan dalam kepesertaan menunjukkan transformasi keterbukaan tata kelola mushola di pedesaan, di mana peran kebersihan, pembinaan santri madrasah diniyah, hingga majelis taklim ibu-ibu sangat bergantung pada sinergi lintas gender.
Sinergi Pembangunan dan Konsolidasi Organisasi
Ketua Tanfidziyah MWCNU Puring, K. Agus Mahrus Subhi, menggarisbawahi urgensi PKP-MMNU sebagai instrumen vital dalam merawat aset ideologis dan keagamaan NU di akar rumput. Tokoh yang akrab disapa Gus Ui ini menuturkan bahwa peran masjid dan mushola melampaui fungsi ritual semata; fasilitas ibadah adalah pilar pertahanan tradisi keagamaan moderat di tengah masyarakat.
Di hadapan peserta, Gus Ui memaparkan agenda pembangunan fisik dan program MWCNU Puring. Saat ini, pembangunan lantai dua gedung Kantor Bersama MWCNU Puring terus berprogres guna menyediakan sarana rapat dan pusat administrasi yang representatif. Selain itu, kegiatan rutin masyarakat seperti bimbingan manasik haji/umrah, majelis selawat nariyahan bergilir, serta agenda badan otonom (Banom) dan lembaga di tingkat kecamatan terus bergeliat.
Gus Ui turut mengabarkan perkembangan positif sarana pendidikan formal, khususnya Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MA-PK) Ma’arif di Puring, yang diproyeksikan mencetak generasi mutafaqqih fiddin yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Transformasi Fungsi Masjid: Menghadirkan Kebahagiaan Batin
Hadir membuka agenda secara resmi sekaligus bertindak sebagai narasumber kunci, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., memberikan paradigma baru terkait orientasi pengelolaan rumah ibadah.
Di depan puluhan pengurus takmir masjid mushola, jajaran kiai perwakilan ranting, dan aktivis ormas, Dr. Imam mengajak kader untuk mendefinisikan ulang makna memakmurkan tempat ibadah. Menurutnya, kesuksesan takmir tidak semata diukur dari kemegahan kubah, keramik mewah, atau saldo rekening kas yang menumpuk.
“Memakmurkan masjid dan mushola bukan sekadar menuntaskan pembangunan fisiknya. Tugas utama takmir justru memakmurkan suasana kebatinan para jemaahnya. Hadirkan rasa bahagia saat orang melangkahkan kaki ke dalam masjid,” tutur Dr. Imam.
Dr. Imam menegaskan pentingnya menciptakan ekosistem rumah ibadah yang ramah, bersih, aman, dan memancarkan keteduhan sosial. Suasana masjid yang menyenangkan, tertib, dan tidak intimidatif akan membuat masyarakat di lingkungan sekitar terdorong untuk betah beribadah serta semakin dekat dengan Allah Ta’ala.
Penguatan Aswaja dan Enam Pilar Daya Tahan
Sesi pelatihan berlanjut dengan materi teknis dan keorganisasian yang disampaikan oleh dua figur narasumber berpengalaman, yakni KH Agus Nur Soleh, M.Pd., dan H. Agus Salim Chamidi, M.Pd.I.
KH Agus Nur Soleh mengupas materi dasar Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyyah serta Ke-NU-an. Ia membekali peserta perihal legitimasi amaliah tradisi, fikih toleran yang diwariskan para ulama pendahulu, serta kepatuhan struktural agar seluruh aset wakaf tempat ibadah tidak beralih paham atau berpindah penguasaan ke tangan pihak luar.
Adapun H. Agus Salim Chamidi membedah manajemen ketakmiran profesional. Secara terperinci, ia menjabarkan formulasi “Enam Pilar Daya Tahan Masjid Mushola NU”. Konsep ketahanan ini mencakup:
- Legalitas aset tanah wakaf dan surat kepengurusan resmi.
- Tata kelola kebersihan, kesucian fisik, dan kenyamanan lingkungan.
- Ketertiban administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel.
- Kualitas pembinaan keagamaan berhaluan wasathiyah (moderat).
- Pemberdayaan sosial dan santunan bagi warga sekitar tempat ibadah.
- Perlindungan ideologis jemaah dari penetrasi narasi keagamaan ekstremis.
Konsistensi Kaderisasi Menuju Adimulyo
Kelancaran agenda ini didukung oleh keterlibatan lintas unsur di tubuh MWCNU Puring. Sinergi ditunjukkan oleh kepengurusan tingkat Ranting NU se-Kecamatan Puring, Muslimat NU, Fatayat NU, hingga kesiagaan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Gerakan Pemuda Ansor yang mengawal jalannya acara hingga rampung menjelang petang.
Dengan rampungnya agenda di Puring, Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU) PCNU Kebumen mencatat telah menuntaskan rangkaian PKP-MMNU di 11 kecamatan. Kesebelas titik tersebut meliputi MWCNU Kebumen, Pejagoan, Padureso, Rowokele, Buayan, Klirong, Gombong, Buluspesantren, Karanggayam, Ambal, dan Puring.
Berdasarkan kalender program LTM-NU Kebumen, estafet pelatihan berikutnya atau Angkatan Ke-12 dijadwalkan bergulir di wilayah kerja MWCNU Adimulyo guna memastikan standarisasi masjid NU di seluruh pelosok Kebumen terwujud secara merata.
- Penulis: NUOKe
- Sumber: LTM PCNU Kebumen


Saat ini belum ada komentar