Islamic University of Maldives Kunjungi UMNU Kebumen, Jajaki Kerja Sama Internasional dan Ekowisata
- account_circle NUOKe
- print Cetak

KEBUMEN, NUOKe — Upaya memperluas jejaring pendidikan tinggi ke kancah global terus digencarkan oleh Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen. Institusi pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama tersebut secara resmi menyambut delegasi akademisi dari Islamic University of Maldives (IUM) dalam agenda bertajuk International Academic Visit & Cross Culture Understanding Seminar. Forum pertukaran gagasan berskala internasional ini dipusatkan di Gedung Aswaja Kampus UMNU Kebumen pada Rabu (7/10/2026).
Pertemuan bilateral ini menjadi panggung strategis bagi kedua belah pihak untuk membedah potensi kolaborasi lintas sektor. Mulai dari penyelarasan kurikulum akademik, penguatan riset bersama, transfer pengetahuan sosial-budaya, hingga penjajakan kemitraan tridarma perguruan tinggi yang berkelanjutan di kawasan Samudra Hindia.
Kesamaan Geografis dan Corak Keislaman Samudra Hindia
Rektor UMNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, M.Pd.I., menegaskan bahwa kehadiran para akademisi dari kepulauan Maladewa tersebut membawa angin segar bagi iklim akademik kampus. Menurutnya, dialog antarbangsa ini berdiri di atas fondasi sosio-geografis yang sangat mirip antara Indonesia dan Maldives.
“Alhamdulillah, civitas akademika UMNU Kebumen berkesempatan menerima delegasi dosen dari Islamic University of Maldives yang tengah melangsungkan rangkaian lawatan akademik di Indonesia. Pertemuan ini dirancang sebagai wadah bertukar informasi, memperluas wawasan keilmuan, serta membedah titik temu kebudayaan antarnegara,” tutur Imam saat ditemui di sela-sela forum.
Kedua wilayah tercatat sama-sama bertumpu pada garis pesisir Samudra Hindia dengan komposisi demografi masyarakat yang didominasi umat Islam. Kesamaan lanskap kepulauan dan kultur bahari tersebut dinilai Imam sebagai modal sosial yang sangat kontekstual untuk mendorong transfer pengalaman praktis, khususnya terkait tata kelola wilayah pesisir dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Belajar dari Tata Kelola Wisata Bahari Maldives
Salah satu topik krusial yang mengemuka dalam sesi diskusi panel adalah komparasi manajemen destinasi pariwisata. Kendati memiliki keterbatasan luas wilayah teritorial daratan, Maldives berhasil menempatkan diri sebagai rujukan utama industri pariwisata bahari kelas dunia dengan devisa yang solid.
Imam menyoroti fakta bahwa Kabupaten Kebumen memiliki bentang garis pantai selatan yang sangat panjang serta menyimpan potensi ekonomi maritim yang melimpah. Dinamika pembangunan kawasan selatan Kebumen dinilai dapat mengambil inspirasi dari rekam jejak Maladewa dalam mengemas ekowisata pantai tanpa mengorbankan daya dukung lingkungan pesisir.
“Kita memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pikiran mengenai bagaimana Maldives, sebagai negara kepulauan kecil, sanggup menjelma menjadi episentrum destinasi wisata global yang diminati wisatawan mancanegara. Baik Indonesia pada tataran makro maupun Kebumen pada level daerah patut memetik pelajaran berharga terkait integrasi pengelolaan pariwisata pesisir yang terpadu dan profesional,” paparnya lugas.
Visi Dakwah Rahmatan Lil Alamin di Arena Global
Selain membedah strategi ekonomi pesisir, simposium tersebut memantapkan komitmen bersama terkait orientasi dakwah keagamaan. Mengingat kedua entitas berpijak pada nilai-nilai keislaman moderat, keterbukaan wacana mengenai moderasi beragama dan penyebaran nilai Islam yang inklusif menjadi agenda bersama.
UMNU Kebumen dan Islamic University of Maldives sepakat bahwa institusi pendidikan tinggi Islam memikul mandat moral untuk menampilkan narasi agama yang menyejukkan bagi peradaban dunia.
“Kultur masyarakat kita sama-sama mayoritas Muslim, sehingga garis perjuangan dakwah memiliki irisan yang identik. Titik fokusnya adalah merumuskan implementasi dakwah Islam rahmatan lil alamin yang membawa kemaslahatan nyata, tidak hanya di tataran regional melainkan menembus batas-batas diplomasi dunia internasional. Ini visi bersama yang kami rajut bersama kolega dari Maladewa,” imbuh Imam.

Jajaran pimpinan Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen bersama delegasi akademisi dari Islamic University of Maldives (IUM) dan para peserta seminar dalam acara International Academic Visit & Cross Culture Understanding di Gedung Aswaja UMNU Kebumen, Rabu (7/10/2026). Kunjungan ini berfokus pada pertukaran wawasan akademik, penguatan kolaborasi internasional, serta promosi potensi budaya dan kuliner lokal Kebumen. (Foto: Dok. UMNU Kebumen)
Peta Jalan Kolaborasi Tridarma dan Pertukaran Mahasiswa
Pertemuan tatap muka di Gedung Aswaja ini diproyeksikan menjadi batu loncatan menuju kemitraan kelembagaan yang terikat secara formal. Pihak rektorat UMNU Kebumen menyatakan bahwa tindak lanjut kegiatan tidak boleh berhenti pada seremoni kunjungan dan paparan seminar semata.
Rencana aksi yang tengah digodok mencakup implementasi tridarma perguruan tinggi secara komprehensif, mulai dari penelitian kolaboratif melalui penerbitan karya ilmiah bersama antarpeneliti kedua kampus seputar studi keislaman, ekologi pesisir, hingga tata kelola masyarakat maritim. Selain itu, kerja sama ini juga menyasar pertukaran sivitas akademika lewat program dosen tamu (visiting lecturer) dan pertukaran mahasiswa (student exchange) guna memperluas wawasan internasional mahasiswa.
Agenda tersebut turut diperkuat dengan rencana aksi pengabdian masyarakat internasional berupa aksi kemanusiaan terpadu berbasis pemberdayaan komunitas di daerah pesisir yang rentan terhadap abrasi maupun dampak perubahan iklim, serta penguatan kapasitas kurikulum melalui penyelarasan standar mutu pengajaran dan penyelenggaraan seminar internasional secara berkala.
“Harapan besar kami, momentum ini bertransformasi menjadi kerja sama konkret yang terukur. Keuntungan timbal balik (mutual benefit) harus dirasakan langsung oleh dosen dan mahasiswa, mulai dari penulisan jurnal bersama hingga kesempatan menimba pengalaman belajar lintas negara,” tegas Rektor.
Diplomasi Budaya: Wayang Bertema Geopark dan Sajian Kuliner Lokal
Sebagai tuan rumah, UMNU Kebumen turut mempraktikkan diplomasi kebudayaan secara langsung. Ruang seminar disulap menjadi panggung apresiasi seni tradisional lewat pementasan wayang dengan alur cerita tematik mengenai keanekaragaman geologi bumi Kebumen.
Pementasan tersebut sengaja disisipkan guna menggaungkan status Geopark Kebumen yang telah menembus pengakuan jaringan global UNESCO. Melalui medium seni tutur wayang, para delegasi asing diajak memahami narasi pelestarian batuan purba dan lanskap karst yang menjadi identitas kebanggaan masyarakat lokal.
Tak hanya seni pertunjukan, delegasi Islamic University of Maldives juga disambut dengan aneka ragam kuliner tradisional khas Kebumen dan hidangan khas Nusantara. Diplomasi meja makan ini sekaligus menjadi wadah promosi bagi produk-produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan.
“Seni dan kuliner adalah bahasa universal. Ketika mereka mencicipi cita rasa kuliner khas daerah kita, ada kemungkinan mereka membawa cerita itu pulang ke Maladewa atau bahkan mengembangkannya di sana. Ini cara kami mengangkat potensi riil daerah ke mata dunia,” jelas Imam.
Sebagai penutup rangkaian agenda, UMNU Kebumen mengonfirmasi rencana untuk menjajaki kunjungan balasan ke Male, Maladewa. Kunjungan balasan tersebut disiapkan guna mematangkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan memastikan seluruh klausul kemitraan akademik dapat segera dieksekusi secara efektif.
- Penulis: NUOKe
- Sumber: UMNU Kebumen


Saat ini belum ada komentar