Terbaru
light_mode
Beranda » Tokoh » Profil KH Miftachul Akhyar: Silsilah Keilmuan, Jejak Pesantren, dan Rais Aam PBNU

Profil KH Miftachul Akhyar: Silsilah Keilmuan, Jejak Pesantren, dan Rais Aam PBNU

  • account_circle NUOKe
  • print Cetak

Di tengah gemuruh perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur (27-31/8/2026), suasana khidmat menyelimuti bilik musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Dari rahim musyawarah para kiai sepuh tersebut, nama KH Miftachul Akhyar kembali mengemuka sebagai figur sentral pemegang tampuk kepemimpinan tertinggi jam’iyah: Rais ’Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kepercayaan ini meneguhkan kesinambungan kepemimpinan spiritual sang kiai kharismatik, setelah sebelumnya memimpin PBNU pada masa khidmah 2021–2026. Bagi warga nahdliyyin, sosok Kiai Miftach bukan sekadar pimpinan struktural, melainkan jangkar moral dan rohani yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren salaf.

Tumbuh di Rahim Keilmuan dan Keramahan

Lahir di jantung Kota Surabaya pada 30 Juni 1953, KH Miftachul Akhyar merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara. Ia lahir dari pasangan ulama terpandang, KH Abdul Ghani dan Nyai Hj. Siti Ashfiyah. Sang ayah, yang memimpin Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah Surabaya, dikenal luas sebagai pribadi yang amat memuliakan tamu dan memiliki jejaring keilmuan erat dengan ulama-ulama besar sepuh, salah satunya KH M. Usman al-Ishaqi Sawahpulo.

Didikan keluarga yang wara’ dan sarat adab menjadi fondasi pertama Kiai Miftach sebelum melangkahkan kaki menapaki rihlah ilmiah ke berbagai pesantren ternama di Pulau Jawa.

Dahaga intelektualnya membawa Kiai Miftach muda mendalami disiplin ilmu keagamaan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan Darul Ulum Rejoso di Jombang wilayah yang secara historis membidani lahirnya NU. Tak berhenti di sana, pengembaraannya berlanjut ke Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, pesantren salaf tertua yang masyhur dengan kedisiplinan dan ketajaman kajian fikih.

Langkahnya kemudian berlabuh ke Pondok Pesantren Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Di sana, kedalaman adab dan kecemerlangan berpikir Kiai Miftach memikat sang guru, KH Masduqie Allasimy, yang kelak menjadikannya menantu. Sanad keilmuannya kian lengkap melalui pengajian di majelis ta’lim ulama kharismatik Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki, ketika sang syekh mengajar di Malang, Jawa Timur.

Miftachus Sunnah: Oase Spiritual di Jantung Kota Pahlawan

Usai menuntaskan pengembaraan intelektual, Kiai Miftach berniat menetap di rumah kakeknya di kawasan Kedung Tarukan No. 100, Surabaya. Namun, nurani dakwahnya terusik tatkala melihat realitas masyarakat urban perkotaan yang haus akan siraman rohani dan nilai-nilai religius.

Ia pun berinisiatif menggelar pengajian-pengajian kecil dari pintu ke pintu. Berkat ketekunan, keikhlasan, dan sambutan hangat masyarakat, majelis sederhana itu bertransformasi menjadi Pondok Pesantren Miftachus Sunnah. Kini, pesantren tersebut kokoh berdiri laksana “paku bumi” di tengah deru modernisasi Kota Pahlawan—menjadi oase bagi masyarakat yang merindukan kedalaman fikih, tauhid, dan akhlak.

Salah satu tradisi yang konsisten beliau hidupkan hingga kini adalah pengajian mingguan kitab tasawuf legendaris al-Hikam karya Ibnu ’Athaillah as-Sakandari serta syarahnya oleh Ibnu Abbad ar-Rundi, yang rutin diampu usai salat Jumat dan disiarkan luas ke penjuru Nusantara.

Tangga Khidmah yang Berjalan Organik

Kiprah Kiai Miftach di tubuh Nahdlatul Ulama tidak dicapai melalui lompatan instan bermotif politik, melainkan berproses secara organik dari akar rumput murni atas dasar tanggung jawab keumatan.

  • Tingkat Cabang (2000–2005): Mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.
  • Tingkat Wilayah (2007–2018): Dipercaya memimpin jajaran syuriyah sebagai Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur selama dua periode berturut-turut.
  • Tingkat Pusat (2015–2020): Menjabat sebagai Wakil Rais ’Aam PBNU mendampingi KH Ma’ruf Amin. Ketika Kiai Ma’ruf terpilih menjadi Wakil Presiden RI, Kiai Miftach didaulat menjadi Pejabat (Pj.) Rais ’Aam PBNU (2018–2020).
  • Puncak Kepemimpinan: Pada Muktamar ke-34 di Lampung, forum AHWA secara aklamasi menunjuknya sebagai Rais ’Aam definitif masa khidmah 2021–2026 dan pada Muktamar Ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang terpilih kembali menjadi Rais ‘Aam PBNU Periode 2026-2031.

Integritas moral Kiai Miftach juga diuji sekaligus dibuktikan ketika ia terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020–2025. Menjunjung tinggi komitmen dan amanah hasil Muktamar NU bahwa pucuk pimpinan tertinggi Rais ’Aam tidak boleh merangkap jabatan pada posisi ketua umum ormas lain, Kiai Miftach dengan legawa melepaskan kursi pimpinan MUI demi memusatkan segenap daya pikir dan tenaganya untuk mengabdi penuh di jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Menatap Masa Depan Jam’iyah

Kembalinya Kiai Miftach mengemban amanah Rais ’Aam membawa kesejukan bagi nahdliyyin di tengah dinamika peradaban global yang kian kompleks. Kepemimpinannya menyatukan dua sisi penting: ketegasan syariat yang bersumber dari kitab salaf serta kebijaksanaan mengayomi jutaan jemaah.

Dengan kepribadian yang tenang, santun, dan istiqamah dalam mengajar, KH Miftachul Akhyar menegaskan kembali bahwa Nahdlatul Ulama tetap berlayar di atas rel keulamaan yang kokoh: mengayomi umat, merangkul bangsa, dan menjaga tradisi luhur para pendiri jam’iyah.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa IAINU Gelar Pelatihan Digital Marketing di Surorejan

    Mahasiswa IAINU Gelar Pelatihan Digital Marketing di Surorejan

    • account_circle Ahmad Khuldori
    • 0Komentar

    NUOKe — Komitmen mendorong pelaku usaha lokal agar semakin berdaya saing terus digulirkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen. Bertempat di Balai Desa Surorejan, para mahasiswa menggelar pelatihan digital marketing sebagai langkah nyata tindak lanjut dari program pendampingan “UMKM Naik Kelas”. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pelaku […]

  • MAARIF NU PCNU KEBUMEN

    OSKANU IV 2026: Ma’arif Kebumen Kirim 171 Peserta dari 40 Sekolah

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    KEBUMEN, NUOKe – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kebumen memastikan keikutsertaannya dalam gelaran bergengsi Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) IV Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan rekapitulasi data pendaftaran resmi SIMNU, sebanyak 40 satuan pendidikan madrasah dan sekolah Ma’arif di Kebumen telah mendaftarkan 171 siswa terbaiknya untuk berkompetisi. Ajang yang diselenggarakan oleh […]

  • Relawan dan Banser mengisi ember penampungan warga dengan air bersih dari truk tangki di Kebumen

    Gandeng BPBD Kebumen, GP Ansor dan Komunitas Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Desa Rawan Kekeringan

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    KEBUMEN, NUOKe — Memasuki fase musim kemarau yang memicu kelangkaan air bersih di berbagai penjuru Kabupaten Kebumen, aksi kemanusiaan terus diperkuat guna membantu masyarakat yang terdampak. Mengingat kebutuhan air bersih merupakan hal paling mendasar bagi kehidupan sehari-hari, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Kebumen bersama Komunitas Kebumen Baik menginisiasi gerakan sosial bertajuk “Dari […]

  • Muslimat NU

    Sejarah Muslimat NU: Profil, Visi, dan Kiprah Nyatanya

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Gerakan perempuan di Indonesia mencatatkan jejak historis panjang yang tidak terpisahkan dari denyut nadi kebangsaan dan keagamaan. Salah satu pilar utamanya adalah Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU), badan otonom di bawah naungan jamiah Nahdlatul Ulama yang mengonsolidasikan jutaan perempuan muslim di seluruh pelosok negeri. Lahir dari keberanian menyuarakan kesetaraan peran di ruang publik, Muslimat NU […]

  • Jatman Kebumen

    Doa Bersama Sukses Muktamar, dari Luring Jatman hingga Daring IPNU-IPPNU Kebumen

    • account_circle Arif Widodo
    • 0Komentar

    NUOKe – Doa bersama untuk kesuksesan Muktamar Ke-35 Nahdlatul  Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tampak datang begitu deras dari berbagai sumber. Jika istighosah yang dilaksanakan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) telah mengawali rangkaian acara Muktamar pada 27 – 31 Agustus 2026, maka doa bersama di lingkungan PCNU Kebumen masih […]

  • SMK Maligo

    Tampil Memukau di Perbatasan Kebumen–Banjarnegara, Pasukan ETK SMK Ma’arif 5 Gombong Tuai Pujian

    • account_circle Rizki
    • 0Komentar

    KEBUMEN, NUOKe – Pasukan Pramuka SMK Ma’arif 5 Gombong sukses mencuri perhatian jajaran petinggi Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kebumen dan Banjarnegara dalam gelaran Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026). Tampil solid dan penuh disiplin, kontingen asal Kebumen ini menuai apresiasi tinggi saat mengawal prosesi serah terima di kawasan perbatasan antarkabupaten tersebut. […]

expand_less