Jelang Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kebumen Siapkan Agenda Lomba hingga Apel Akbar
- account_circle NUOKe
- print Cetak

KEBUMEN, NUOKe – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen mulai mematangkan agenda peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026. Melalui rapat koordinasi yang berlangsung khidmat di Gedung PCNU Kebumen, Sabtu (26/9/2026), jajaran pengurus struktural, lembaga, dan badan otonom (banom) menyepakati serangkaian kegiatan yang memadukan spiritualitas, syiar budaya lokal, hingga konsolidasi massal santri se-Kabupaten Kebumen.
Pertemuan strategis ini dipandu langsung oleh Sekretaris PCNU Kebumen, Muhiban, M.Pd.I., dan dibuka dengan pembacaan tahlil oleh jajaran A’wan PCNU Kebumen, KH Yusuf Solehudin. Suasana musyawarah berjalan dinamis saat membedah agenda teknis hingga penunjukan Dr. Fauzi Al Muhtad sebagai Ketua Panitia Pelaksana Peringatan HSN 2026 Kebumen.
Fokus Rawat Warisan Tradisi Lokal Kebumenan
Peringatan HSN 2026 di Kebumen menghadirkan komitmen kuat terhadap pelestarian tradisi keagamaan lokal. PCNU Kebumen menempatkan seni tutur dan sholawat tradisi sebagai panggung utama syiar, dengan menunjuk Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) dan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU sebagai motor penggerak.
Dua perlombaan utama yang menjadi sorotan dalam rakor ini meliputi:
- Lomba Berjanjen Versi Klasik Kebumenan: Disiapkan sebagai ikhtiar konkret nguri-uri warisan luhur para ulama terdahulu. Lomba ini terbuka untuk masyarakat umum lintas generasi, baik kelompok pria maupun wanita. Peserta akan membacakan satu natsar kitab Al-Barzanji berdasarkan undian, kemudian dilanjutkan dengan lantunan srakal berirama cengkok asli klasik Kebumen. Pelaksana teknis lomba ini dipercayakan kepada PC Fatayat NU Kebumen.
- Lomba Kesenian Jamjaneng: Kesenian musik perkusi bernuansa selawat Jawa khas lokal ini digelar terbuka untuk umum dengan Lesbumi PCNU Kebumen sebagai tim pelaksana. Langkah ini bertujuan meregenerasi minat generasi muda terhadap seni musik tradisi pesantren pesisir selatan Jawa.
Agenda Utama Peringatan Hari Santri 2026 Kebumen
Selain pelestarian seni tradisional, rapat koordinasi merumuskan enam pilar kegiatan inti yang akan bergulir sepanjang momentum Hari Santri:
- Lomba Berjanjen Versi Klasik Kebumenan: Pembacaan natsar dan srakal klasik khas daerah oleh Fatayat NU untuk melestarikan cengkok shalawat khas para muassis NU Kebumen.
- Lomba Jamjaneng Terbuka: Ajang unjuk kreativitas pelestarian selawat perkusi Jawa oleh Lesbumi bersama masyarakat luas.
- Mujahadah HSN dan Kick Off: Rangkaian doa bersama, tirakatan malam Hari Santri, dan penanda dimulainya seluruh rangkaian acara di Kantor PCNU Kebumen, dengan kepastian jadwal yang dimatangkan tim kepanitiaan.
- Apel Akbar HSN Tingkat Kabupaten: Upacara puncak yang dikolaborasikan bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Seluruh peserta diimbau mengenakan seragam banom atau busana khas identitas santri.
- Apel Serentak Tingkat MWC: Instruksi pelaksanaan apel di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di seluruh kecamatan guna memastikan gelora Hari Santri merata hingga akar rumput.
- Gerakan Semarak Atribut Santri: Pemasangan bendera serentak, umbul-umbul NU, banom, dan simbol-simbol santri di titik-titik strategis penjuru wilayah Kebumen.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi. Dalam arahannya, Imam menekankan bahwa esensi Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penegasan identitas moral dan kontribusi peradaban kaum santri bagi bangsa.
“Hari Santri Nasional 2026 di Kebumen harus menghadirkan dua dimensi sekaligus: peneguhan spirit perjuangan santri dan pelestarian akar kebudayaan lokal. Mengapa kita mengangkat Berjanjen klasik dan Jamjaneng? Karena ini bukan sekadar seni suara, melainkan benteng akidah dan karakter dakwah santri Kebumen yang diwariskan para ulama sepuh kita secara turun-temurun,” terang Dr. Imam Satibi di hadapan peserta rapat.
Lebih lanjut, Imam Satibi menginstruksikan seluruh jajaran banom mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, hingga lembaga-lembaga NU untuk bergerak solid mendukung kepanitiaan yang dipimpin Dr. Fauzi Al Muhtad.
“Kami menginstruksikan pengibaran bendera NU dan ornamen santri hingga tingkat ranting. Jadikan momentum HSN ini sarana konsolidasi khidmah. Apel kabupaten yang bersinergi dengan Kemenag dan Pemkab mencerminkan kemitraan strategis santri dalam membangun daerah, sementara apel di tingkat MWCNU memastikan denyut santri hadir langsung di tengah masyarakat desa,” pungkasnya.
Pertemuan persiapan ini dihadiri perwakilan lengkap dari struktur lembaga serta pimpinan badan otonom di bawah naungan PCNU Kebumen. Struktur kepanitiaan teknis di bawah arahan Dr. Fauzi Al Muhtad ditargetkan rampung dalam waktu dekat guna mematangkan petunjuk teknis lomba dan jadwal mujahadah.
- Penulis: NUOKe

Saat ini belum ada komentar