Buka PKP MMNU Ambal, Ketua PCNU Kebumen Dorong Manajemen Modern Masjid
- account_circle NUOKe
- print Cetak

136 Pengurus Takmir tampak khidmat menyimak pembukaan Pelatihan Kader Penggerak Masjid dan Mushola NU (PKP MMNU) yang diselenggarakan LTM PCNU Kebumen di MTs GUPPI Ambal, Ahad (27/9/2026). (Foto: Dok. MWCNU Ambal)
AMBAL, NUOKe – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen terus mendorong modernisasi tata kelola rumah ibadah di tingkat bawah. Melalui Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) PCNU Kebumen, penguatan kapasitas pengurus diwujudkan lewat gelaran Pelatihan Kader Peenggerak Masjid Mushola Nahdlatul Ulama (PKP MMNU) yang diselenggarakan oleh MWCNU Ambal dan dipusatkan di MTs GUPPI Ambal, Ahad (27/9/2026).
Kegiatan kaderisasi takmir ini disambut antusias oleh 136 peserta utusan takmir masjid dan mushola se-Kecamatan Ambal. Hadir dalam pembukaan jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ambal beserta unsur lembaga dan badan otonom (banom) NU setempat.
Sentuhan Manajemen Modern untuk Investasi Akhirat
Ketua PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menegaskan bahwa masjid dan mushola di era modern tidak bisa lagi dikelola secara konvensional atau sekadar berjalan apa adanya (alamiah). Menurutnya, tempat ibadah merupakan aset umat yang bernilai spiritual tinggi sekaligus instrumen sosial yang membutuhkan tata kelola terukur.
“Masjid dan mushola sudah saatnya mendapatkan sentuhan manajemen profesional. Sebagai aset strategis yang bernilai investasi akhirat, pengurus takmir harus berani mengedepankan pelayanan jamaah yang menarik, memuaskan, dan berorientasi pada prinsip kemaslahatan bersama,” ujar Imam Satibi saat membuka acara.
Ia menambahkan, pengabdian sebagai pengurus takmir perlu dilandasi tiga fondasi spiritual utama: niat ibadah yang lurus, keikhlasan tanpa pamrih, serta rasa syukur atas amanah berkhidmat. Dengan pondasi tersebut, takmir diyakini mampu bekerja lebih terencana (manageable), berdedikasi penuh, dan tidak bersikap pasif dalam melayani jamaah.
Kuasai Tiga Pilar: Idarah, Imarah, dan Ri’ayah
Dalam arahannya, Dr. Imam Satibi menggarisbawahi pentingnya penguasaan tiga fungsi pokok manajemen perwakafan dan kemasjidan:
- Idarah (Manajemen Organisasi & Administrasi): Penguatan basis gagasan, perencanaan program kerja, transparansi keuangan, legalitas tanah wakaf, serta pembentukan mental pengurus yang solid dan akuntabel.
- Imarah (Aktivitas Pemakmuran): Program menghidupkan masjid melalui kegiatan syiar ibadah, pembinaan generasi muda, majelis ilmu, kajian tematik, hingga dakwah kultural yang inklusif.
- Ri’ayah (Pemeliharaan Fisik & Kebersihan): Perawatan fasilitas gedung, penataan estetika lingkungan, kenyamanan ruang salat, penyediaan fasilitas ramah disabilitas, dan sanitasi tempat wudu yang representatif.
“Tiga pilar ini tidak boleh pincang. Jika idarah kuat, maka harokah (gerakan) dan amaliyah dakwah akan berjalan sistematis. Takmir tidak boleh lagi hanya menunggu agenda tahunan, melainkan harus proaktif melahirkan inovasi pelayanan,” tegasnya.

Ketua PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menyampaikan arahan tentang pentingnya modernisasi manajemen masjid dan mushola pada pembukaan PKP MMNU di MTs GUPPI Ambal, Ahad (27/9/2026). (Foto: Dok. MWCNU Ambal)
Melahirkan Jamaah Muslih untuk Perubahan Sosial
Poin penting lain yang disampaikan adalah pergeseran peran masjid dari ruang ritual semata menuju simpul transformasi sosial. Dr. Imam Satibi menyoroti bahwa takmir harus memandang rumah ibadah sebagai episentrum pemberdayaan masyarakat sekitar.
Masjid dan mushola tidak boleh berhenti hanya menjadi tempat berkumpulnya orang-orang saleh secara personal (orang saleh). Rumah ibadah Nahdlatul Ulama diharapkan menjadi wadah berhimpunnya orang-orang perbaikan (orang muslih) yakni figur-figur yang mampu menggerakkan kepedulian sosial, mengentaskan persoalan keumatan, dan menjaga kerukunan lingkungan (bina lingkungan).
“Ketika ada warga sekitar masjid yang membutuhkan pertolongan ekonomi atau sosial, masjid harus menjadi pihak pertama yang hadir memberikan solusi nyata. Itulah esensi dari kemaslahatan umat yang sesungguhnya,” tambahnya.
Penguatan Teknis Bersama Instruktur Ahli
Selepas agenda pembukaan, para peserta menerima pembekalan materi komprehensif yang dibawakan langsung oleh Ketua LTM PCNU Kebumen, H. Agus Salim Chamidi, bersama KH Agus Nursoleh.
Keduanya membedah panduan taktis penataan administrasi masjid NU, teknik resolusi konflik internal kepengurusan, pemanfaatan teknologi digital untuk laporan kas terbuka, hingga strategi proteksi amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah dari infiltrasi paham keagamaan yang kaku.
Pelatihan ini diharapkan melahirkan standardisasi tata kelola masjid dan mushola di wilayah pesisir selatan Kebumen, sekaligus mengukuhkan masjid sebagai pusat peradaban, penguatan ukhuwah, dan benteng ketahanan moral bangsa.
- Penulis: NUOKe

Saat ini belum ada komentar