Transformasi Digital IAINU dan Pergunu Kebumen Gelar Pelatihan Best Practice dan Koding bagi Guru
- account_circle NUOKe
- print Cetak

KEBUMEN, NUOKe — Tantangan dunia pendidikan di era transformasi teknologi menuntut para tenaga pendidik untuk terus bergerak dinamis memperbarui kapasitas diri. Merespons kebutuhan tersebut, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen bersama Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Kebumen resmi memantapkan sinergi strategis guna mendongkrak profesionalisme dan mutu para pendidik madrasah maupun sekolah di daerah.
Komitmen kemitraan tersebut ditandai secara formal lewat penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung khidmat di Auditorium Kampus IAINU Kebumen, Sabtu (26/9/2026). Momentum ini tidak sekadar kelembagaan di atas kertas, melainkan langsung diintegrasikan dengan lokakarya aplikatif peningkatan kompetensi yang diikuti lebih dari seratus pendidik.
Langkah ini dirancang sebagai titik tolak pembangunan ekosistem pendidikan Islam yang adaptif, berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada tradisi keilmuan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah.
Membangun Jembatan Akademik dan Praktik Lapangan
Rektor IAINU Kebumen, Dr. Benny Kurniawan, menegaskan bahwa integrasi antara perguruan tinggi sebagai pusat riset dan organisasi profesi guru sebagai garda terdepan pembelajaran merupakan keniscayaan. Menurutnya, percepatan digitalisasi telah mengubah lanskap pedagogis secara fundamental, sehingga institusi pendidikan tinggi berkewajiban hadir membersamai guru dalam membedah problem nyata di ruang-ruang kelas.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan asosiasi profesi seperti Pergunu menjadi kunci pokok dalam membaca arah kebutuhan pendidikan masa kini. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri; kampus memiliki mandat keilmuan, sementara guru bergulat langsung dengan dinamika siswa,” ungkap Benny di sela-sela agenda pembukaan.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa substansi kemitraan ini difokuskan pada perluasan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penelitian terapan, penyelarasan program akademik, serta pembibitan inovasi pembelajaran yang relevan dengan karakteristik peserta didik saat ini.
Pihak universitas dan pengurus cabang Pergunu sepakat bahwa payung hukum kerja sama ini bakal segera diturunkan ke dalam serangkaian agenda tindak lanjut yang terukur dan berkala. Muaranya adalah melahirkan portofolio pendidik yang mandiri, produktif berkarya, dan tanggap terhadap disrupsi teknologi tanpa tercerabut dari etika moral keagamaan.
Mengubah Pengalaman Mengajar Menjadi Karya Akademik
Usai prosesi penandatanganan berkas kerja sama, aula pertemuan langsung beralih fungsi menjadi ruang diskusi intensif melalui agenda Workshop Penulisan Best Practice dan Pembelajaran Koding. Forum ilmiah ini menghadirkan dua pakar dari Pascasarjana IAINU Kebumen, yaitu Dr. Maryanto dan Dr. Siti Fatimah.
Pada sesi pertama, Dr. Siti Fatimah membedah urgensi pendokumentasian praktik baik (best practice) dalam rutinitas belajar-mengajar. Menurut paparannya, banyak guru madrasah maupun sekolah umum di Kebumen yang sesungguhnya telah menerapkan metode pengajaran yang sangat kreatif dan efektif untuk memecahkan persoalan siswa, namun langkah-langkah inovatif tersebut kerap kali hilang begitu saja tanpa sempat tercatat secara rapi.
Para guru diarahkan untuk mengenali parameter sebuah praktik yang berhasil, merumuskan latar belakang masalah, menstrukturkan alur intervensi pedagogis secara sistematis, hingga menuangkannya ke dalam laporan karya tulis yang memenuhi kaidah ilmiah populer. Dengan kemampuan menulis best practice, seorang guru tidak hanya terbantu dalam proses kenaikan jenjang karier fungsional, tetapi juga turut menyumbang khazanah pengetahuan bagi sesama rekan sejawat.
Logika Pemrograman: Membumikan Kemampuan Berpikir Komputasional
Memasuki sesi berikutnya, Dr. Maryanto, mengajak para guru mendalami wawasan literasi digital modern lewat materi pembelajaran koding (coding). Pembahasan ini sengaja disodorkan untuk mengikis persepsi keliru bahwa koding hanyalah ranah eksklusif teknisi komputer atau pengembang perangkat lunak semata.
Di hadapan peserta, Maryanto menerangkan bahwa esensi pengenalan koding di tingkat dasar terletak pada pelatihan computational thinking atau kemampuan berpikir komputasional. Pola pikir ini mencakup kemampuan mengurai persoalan rumit menjadi bagian-bagian kecil (dekomposisi), menemukan pola yang berulang, menyaring data yang esensial, hingga merumuskan langkah solusi yang terstruktur logis.
Para guru tidak hanya diajak menyimak konsep secara abstrak, melainkan turut mengeksplorasi modul-modul visual yang dapat disesuaikan dengan berbagai tingkat kematangan peserta didik. Keterampilan ini diproyeksikan mampu disisipkan ke dalam aktivitas belajar lintas disiplin ilmu, sehingga ruang kelas menjadi laboratorium interaktif yang merangsang daya cipta dan nalar kritis generasi muda.
Partisipasi Aktif dan Harapan Keberlanjutan Program
Antusiasme tinggi mewarnai jalannya workshop hingga sesi tuntas. Ruang pertemuan dipadati lebih dari 100 orang perwakilan tenaga pendidik yang aktif melontarkan pertanyaan reflektif, membagikan kendala teknis di sekolah masing-masing, serta mempraktikkan langsung kerangka tulisan maupun simulasi logika yang dipandu narasumber.
Hadir pula menyaksikan perhelatan ini Direktur Pascasarjana IAINU Kebumen, jajaran pimpinan cabang PC Pergunu Kabupaten Kebumen, serta para akademisi lintas fakultas. Kehadiran tokoh-tokoh dari kedua belah pihak menegaskan bobot keseriusan kedua lembaga dalam mengawal agenda pembenahan mutu pendidikan daerah.
Tingginya antusiasme tersebut menjadi sinyal terang bahwa para pendidik di Kabupaten Kebumen memiliki dahaga yang besar terhadap sarana pengembangan profesi yang aplikatif dan kontekstual. Kemitraan antara IAINU Kebumen dan PC Pergunu diharapkan mampu menjelma wadah inkubasi yang konsisten mencetak guru-guru inspiratif, berwawasan luas, serta teguh menjaga nilai-nilai keislaman rahmatan lil ‘alamin.
- Penulis: NUOKe

Saat ini belum ada komentar