Pelatihan PKP-MMNU: MWCNU Karanggayam Wajibkan Masjid Pasang Lambang NU
- account_circle NUOKe
- print Cetak

Ketua Tanfidziyah MWCNU Karanggayam, Agus Ahmad Sudiyono (Gus Sudi), saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pelatihan Kader Penggerak Masjid Musholla Nahdlatul Ulama (PKP-MMNU) di Kompleks MTs Kepadangan, Karanggayam, Ahad (13/9/2026). (Foto: Dok. Panitia)
KARANGGAYAM, NUOKe – Upaya membentengi masjid dari infiltrasi paham keagamaan transnasional serta membenahi profesionalitas tata kelola tempat ibadah terus digalakkan Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen melalui Lembaga Takmir Masjid (LTM) menggelar Pelatihan Kader Penggerak Masjid Mushola NU (PKP-MMNU) di Kompleks MTs Kepadangan, Kecamatan Karanggayam, Ahad (13/09/2026).
Kegiatan yang merupakan Angkatan 1 LTM MWCNU Karanggayam sekaligus Angkatan 9 LTM PCNU Kebumen ini menghadirkan puluhan utusan takmir masjid se-Kecamatan Karanggayam.
Ketua Panitia Pelaksana, Kiai Mardiadi, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan agenda fundamental bagi ketakmiran untuk menyelaraskan arah gerak dan standardisasi masjid NU.
“Pelatihan PKP-MMNU ini sangat krusial diikuti agar pengurus takmir mampu menyusun program kemakmuran masjid secara sistematis, rapi, dan tentunya berlandaskan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah,” ungkapnya pada saat sesi sambutan.
Selain tata kelola internal, Mardiadi juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas administratif pemerintah. “Kami mendorong seluruh pengurus takmir untuk proaktif. Bagi masjid yang belum terdaftar di Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, agar segera mendaftar melalui KUA setempat guna menjamin keabsahan data dan perlindungan aset,” imbuhnya.
Pasang Identitas NU, Tangkal Gerakan Takfiri
Dukungan penuh senada disampaikan Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karanggayam, Agus Ahmad Sudiyono (Gus Sudi). Menurutnya, militansi takmir di tingkat bawah menjadi benteng utama kelestarian tradisi keagamaan santun khas Nusantara.
“MWCNU Karanggayam menyambut penuh dan mengawal ketat kegiatan ini. Pelatihan ini adalah ikhtiar memperkuat aqidah takmir agar seluruh denyut program masjid benar-benar seirama dengan garis perjuangan NU,” tutur Gus Sudi.
Lebih jauh, Gus Sudi menekankan instruksi tegas mengenai penegasan identitas visual masjid binaan NU di wilayah Karanggayam.
“Masjid-masjid NU wajib memasang lambang kebesaran NU di lingkungannya. Pemasangan atribut resmi ini bernilai dakwah sekaligus langkah taktis mengantisipasi gerakan-gerakan atau kelompok di luar tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah yang mencoba mengambil alih masjid,” tegasnya.

Ketua PCNU Kebumen, Dr. KH. Imam Satibi, M.Ag., memberikan arahan sekaligus membuka Pelatihan Kader Penggerak Masjid Musholla Nahdlatul Ulama (PKP-MMNU) di hadapan ratusan peserta di Kompleks MTs Kepadangan, Karanggayam, Ahad (13/9/2026). (Foto: Dok. Panitia)
Arahan Ketua PCNU Kebumen: Revitalisasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban
Hadir membuka acara sekaligus memberikan orientasi arah kebijakan, Ketua PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, memaparkan bahwa masjid bagi Nahdlatul Ulama bukan sekadar tempat ritualitas ibadah, melainkan episentrum kebangkitan peradaban umat.
“Tantangan ketakmiran hari ini tidak hanya berbicara soal pemeliharaan fisik masjid, melainkan bagaimana merevitalisasi peran masjid sebagai pusat pemberdayaan sosial, ekonomi, dan pemikiran moderat (wasathiyah),” terang Dr. Imam Satibi dalam keterangannya.
Imam Satibi juga mengapresiasi sinergi antara struktur cabang hingga ranting dalam membentengi aset-aset wakaf dan masjid NU.
“Melalui PKP-MMNU ini, PCNU Kebumen berkomitmen menghadirkan tata kelola masjid yang modern, akuntabel, dan berdaya saing tinggi tanpa sedikit pun mengikis kekhidmatan amaliah para salafus shalih. Penguatan kapasitas takmir adalah investasi jangka panjang untuk memenangkan masa depan umat,” tambahnya pada saat membuka acara.
Rangkaian acara yang berlangsung khidmat sejak pagi diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Rais Syuriah MWCNU Karanggayam KH Rislam Asrori, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Subbanul Wathan, serta pembekalan materi asesmen dan orientasi ketakmiran oleh Ketua LTM PCNU Kebumen H. Agus Salim Chamidi. dan materi penguatan Aswaja oleh KH Agus Nur Soleh. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pendampingan pascapelatihan selama minimal 15 hari untuk memantau implementasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) di tiap-tiap masjid binaan.
- Penulis: NUOKe
- Sumber: Pewarta: Ahmad Taufik

Saat ini belum ada komentar