MWCNU Kutowinangun Perkuat Sinergi Organisasi Lewat Peringatan Maulid Nabi 1448 H
- account_circle NUOKe
- print Cetak

Jajaran pengurus MWCNU Kutowinangun, banom, dan warga nahdliyin berdiri khidmat saat pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Aula Mubarok SMK Ma'arif 7 Kebumen, Jumat (11/9/2026). (Foto: Dok. MWCNU Kutowinangun)
KEBUMEN, NUOKe – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kutowinangun memilih cara berbeda dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Alih-alih menggelar pengajian monolog, agenda yang bertempat di Aula Mubarok SMK Ma’arif 7 Kebumen pada Jumat (11/9/2026) malam tersebut difokuskan pada penguatan struktur dan konsolidasi lintas lembaga.
Diwawancarai usai acara, Sekretaris MWCNU Kutowinangun, Khusni Mubarok, membenarkan bahwa pertemuan ini memang didesain padat dan menitikberatkan pada koordinasi internal jam’iyyah.
“Tadi malam fokus kami memang di penguatan organisasi, bukan sekadar seremonial. Itulah kenapa formatnya langsung tahlil, pembacaan Kitab Al-Barzanji, lalu masuk ke materi konsolidasi struktural,” ungkap Khusni saat diwawancarai, Sabtu (12/9/2026).
Khusni menjelaskan, seluruh unsur pimpinan MWCNU hadir mendampingi Ketua Tanfidziyah, Kiai Mulyadi, mulai dari jajaran Mustasyar, Wakil Rais Syuriyah, A’wan, jajaran Tanfidziyah, hingga Bendahara.
Tak hanya pimpinan cabang tingkat kecamatan, konsolidasi ini juga melibatkan seluruh Badan Otonom (Banom) seperti Muslimat NU, GP Ansor, Banser, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, JRA, dan UPZISNU serta Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Kutowinangun. Unsur pendidikan pun turut dirangkul, mencakup dewan guru dan karyawan SMK Ma’arif 7 Kebumen, MTs Ma’arif Lumbu, MI Ma’arif Babadsari, dan MI Ma’arif Tanjungsari.

Pengurus MWCNU Kutowinangun, banom, dan dewan guru menikmati santap tumpeng bersama sebagai penutup rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Aula Mubarok SMK Ma’arif 7 Kebumen, Jumat (11/9/2026). (Foto: Dok. MWCNU Kutowinangun)
Mengenai ditiadakannya sesi tausiyah umum, Khusni menuturkan bahwa slot tersebut dialihkan khusus untuk pengarahan internal oleh Mustasyar MWCNU Kutowinangun, KH Mukhsinul Mubarok, M.Si.
“Arahan dari Pak Mukhsinul Mubarok tadi malam sangat tegas. Beliau meminta seluruh jajaran, mulai dari tingkatan ranting, banom, sampai guru-guru di bawah LP Ma’arif, untuk merapatkan barisan dan menjaga disiplin organisasi. Beliau berpesan agar semangat maulid ini diterjemahkan menjadi kerja-kerja nyata bagi kemaslahatan warga nahdliyin di Kutowinangun,” terangnya.
Dalam liputan lapangan, rangkaian peribadatan dipimpin secara bergantian oleh para tokoh NU setempat. Pembacaan tahlil dipimpin oleh Drs. H. Achmad Jazilan, lantunan Kitab Al-Barzanji dibawakan oleh kader Ranting NU Pesalakan, dan doa dipimpin oleh KH Ahmad Sonhaji yang juga menjadi Wakil Syuriyah di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen.
Khusni menambahkan, agenda diakhiri dengan tradisi makan tumpeng bersama sebagai simbol pengerat silaturahmi.
“Harapan kami dari pengurus harian, lewat pertemuan ini langkah gerak MWC, ranting, dan lembaga pendidikan bisa berada dalam satu komando. Sinergi ini yang ingin kami rawat ke depan,” tutup Khusni.
- Penulis: NUOKe
- Sumber: Khusni Mubarok

Saat ini belum ada komentar