PC IPNU IPPNU Kebumen Gelar Seminar Bakti Anti Narkoba, Jadi Kado Awal Menyongsong Hari Santri 2026
- account_circle Khoirul Huda
- print Cetak

Suasana Seminar Merajut Nusantara bertajuk "Media Sosial Sebagai Gerakan Anti Narkoba" yang diselenggarakan oleh PC IPNU IPPNU Kebumen di Gedung Audit IAINU Kebumen, Senin (5/10/2026). (Foto: Dok. Panitia)
KEBUMEN, NUOKe – Semangat Resolusi Jihad yang diwariskan para ulama kini bertransformasi mengikuti tuntutan zaman. Menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kebumen mengambil langkah konkret membentengi generasi muda dari ancaman zat adiktif.
Melalui gelaran Seminar Bakti bertajuk “Media Sosial Sebagai Gerakan Anti Narkoba” dengan sub-tema “Pelajar dan Santri Sebagai Gerakan Tolak Narkoba”, organisasi pelajar terbesar di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini menegaskan arah perjuangan santri era modern: jihad melawan narkotika melalui ruang digital.
Acara edukatif yang sarat pesan kebangsaan tersebut dipusatkan di Gedung Audit Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen pada Senin, 5 Oktober 2026. Ratusan pelajar, santri, dan pemuda dari berbagai penjuru Kebumen memadati lokasi untuk mendalami literasi pencegahan peredaran gelap narkoba yang kini kian masif menyusup lewat platform digital.
Menghidupkan Kembali Nilai Resolusi Jihad di Ranah Siber
Peringatan Hari Santri Nasional memiliki akar historis mendalam, yakni fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari demi mempertahankan kedaulatan Tanah Air. Ketua PC IPNU Kebumen, Khoerul Huda, menegaskan bahwa momentum tahunan ini sama sekali tidak boleh berhenti pada seremonial atau pawai semata, melainkan harus diterjemahkan ke dalam perlindungan moral dan fisik generasi bangsa.

Ketua PC IPNU Kebumen, Khoerul Huda, menyampaikan sambutan dalam Seminar Bakti bertajuk “Media Sosial Sebagai Gerakan Anti Narkoba” di Gedung Audit IAINU Kebumen, Senin (5/10/2026). (Foto: Dok. Panitia)
Dalam pandangan Huda, musuh masa kini tidak lagi berwujud penjajah bersenjata api, melainkan sindikat narkoba yang menyusup secara halus melalui tren pergaulan dan konsumsi konten di media sosial.
“Jika dulu santri berjihad mengangkat senjata melalui Resolusi Jihad 1945, hari ini jihad kita adalah melawan narkoba yang menyamar lewat konten dan gaya hidup. Kami ingin pelajar dan santri bersinar, bukan teler. Ngaji jalan, prestasi jalan, narkoba tinggalkan,” ungkap Khoerul Huda di hadapan peserta.
Ia menggarisbawahi bahwa santri modern dituntut memiliki ketahanan mental dan fisik yang prima. Kebiasaan mengaji dan mengasah intelektual di pesantren maupun madrasah harus berjalan beriringan dengan komitmen mutlak menjauhi pergaulan bebas serta jeratan narkotika.
Transformasi Media Sosial Menjadi Benteng Kebaikan
Bahaya narkoba masa kini kian kompleks karena metode pemasaran maupun distribusinya kerap memanfaatkan celah di ruang virtual. Algoritma media sosial kerap dimanipulasi untuk mendekati remaja yang rentan krisis identitas. Menjawab tantangan tersebut, Ketua PC IPPNU Kebumen, Fatatun Malikhah, mengajak kader pelajar putri dan santriwati agar lebih agresif memproduksi narasi positif.
Fatatun menilai kemampuan generasi Z dalam mengoperasikan media sosial harus diarahkan menjadi instrumen edukasi publik, bukan sekadar ruang konsumsi konten hiburan pasif.
“Jempol kita bisa jadi senjata. Jangan biarkan medsos kita hanya jadi penonton, tapi jadi influencer kebaikan untuk tolak narkoba,” tutur Fatatun Malikhah lugas.
Menurutnya, ketika santri aktif membanjiri linimasa media sosial dengan konten kreatif, pesan bahaya narkotika, serta teladan gaya hidup sehat, ruang gerak promosi gaya hidup destruktif akan menyempit dengan sendirinya.
Kolaborasi Multipihak: Kupas Tuntas Regulasi hingga Penegakan Hukum
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan berbobot, PC IPNU IPPNU Kebumen menggandeng narasumber lintas sektor yang membidangi regulasi, teknologi informasi, rehabilitasi, dan penegakan hukum.
Seminar tersebut menghadirkan empat narasumber kompeten lintas sektor yang mengupas persoalan narkoba secara komprehensif. Anggota Komisi 1 DPR RI, Taufiq R. Abdullah, M.A.P, membuka pembahasan dengan membedah arah kebijakan nasional, peran pengawasan negara, serta pentingnya literasi pertahanan bangsa di tengah serbuan arus informasi global. Dari sudut pandang teknologi, Plt. Direktur Keuangan BAKTI KOMDIGI, Tri Haryanto, S.T., mengupas kesiapan infrastruktur digital, pentingnya literasi keamanan siber, dan strategi pemanfaatan platform komunikasi virtual agar kampanye positif anti-narkoba dapat menjangkau publik secara luas.

Para narasumber, jajaran panitia, serta peserta Seminar Bakti berfoto bersama usai sesi diskusi “Media Sosial Sebagai Gerakan Anti Narkoba” di Gedung Audit IAINU Kebumen, Senin (5/10/2026). (Foto: Dok. Panitia)
Sementara itu, Katim Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Cilacap, Joko Aji Wibowo, SKM, M.Si., menyoroti pola peredaran zat adiktif yang kerap menyasar kalangan remaja, teknik deteksi dini, hingga pendekatan berbasis komunitas untuk membentuk lingkungan sosial yang kebal terhadap narkoba. Melengkapi perspektif tersebut dari ranah penegakan hukum, Ps. Kaurmintu Satresnarkoba Polres Kebumen, AIPTU Rina Rahayu, membeberkan fakta hukum dan ketegasan sanksi pidana bagi penyalahguna maupun pengedar, sekaligus memetakan situasi terkini tingkat kerawanan peredaran gelap narkotika di wilayah Kebumen.
Sinergi materi dari keempat pembicara ini membekali peserta dengan wawasan holistik: mulai dari pemahaman undang-undang, kesadaran jejak digital, ketahanan psikologis keluarga, hingga keberanian melapor jika menemukan indikasi peredaran barang terlarang di lingkungan sekitar.
Menuju Gerakan “Pelajar & Santri Bersinar, Narkoba Minggir”
Seminar Bakti Anti Narkoba ini merupakan gong pembuka dari serangkaian program yang disiapkan PC IPNU IPPNU Kabupaten Kebumen sepanjang bulan santri Oktober 2026. Melalui kegiatan pembuka ini, dicanangkan tekad kolektif bertajuk “Pelajar & Santri Bersinar (Bersih Narkoba), Narkoba Minggir”.
Melalui gerakan terstruktur ini, kalangan pesantren dan sekolah formal diharapkan menjadi episentrum perlawanan terhadap segala bentuk penyalahgunaan obat terlarang. Perpaduan antara pemahaman agama yang kokoh, kecakapan digital yang matang, serta fisik yang bersih dari racun narkotika dipandang sebagai syarat mutlak melahirkan calon pemimpin bangsa yang berakhlak mulia.
Panitia pelaksana mengonfirmasi bahwa pendaftaran peserta masih terbuka bagi kalangan pelajar, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum di wilayah Kebumen dan sekitarnya melalui tautan daring: s.id/setcab-kebumen. Keterlibatan aktif generasi muda dalam forum ini menjadi bukti nyata bahwa santri siap memegang kendali perubahan di tengah dinamika peradaban digital.
- Penulis: Khoirul Huda
- Sumber: PC IPNU IPPNU Kebumen


Saat ini belum ada komentar