Terbaru
light_mode
Beranda » Banom » Sejarah Sarbumusi NU: Dari Pabrik Gula hingga Menjadi Konfederasi

Sejarah Sarbumusi NU: Dari Pabrik Gula hingga Menjadi Konfederasi

  • account_circle NUOKe
  • print Cetak

Perjalanan panjang gerakan buruh di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran kalangan santri dan ulama. Melalui Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Nahdlatul Ulama (NU) menorehkan sejarah panjang dalam advokasi hak-hak kaum pekerja. Menapaki usia ke-71 sejak didirikan pada 27 September 1955 (9 Shafar 1375 H), Sarbumusi membuktikan eksistensinya sebagai salah satu pilar perjuangan ketenagakerjaan terpenting di Tanah Air.

Berdasarkan keputusan Muktamar ke-34 NU tahun 2021, Sarbumusi ditegaskan kembali statusnya sebagai Badan Otonom (Banom) NU berbasis profesi dan kekhususan yang membidangi buruh, karyawan, serta tenaga kerja lintas sektor.

Lahir dari Pabrik Gula: Menegakkan Relasi Ketenagakerjaan yang Adil

Cikal bakal Sarbumusi berakar dari basis industri riil di Pabrik Gula Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Melansir catatan NU Pedia, pembentukan wadah ini lahir dari kepedulian moral para ulama dalam merespons ketimpangan posisi tawar yang kerap dialami para pekerja.

Prinsip dasar pembelaan Sarbumusi berpijak langsung pada ajaran Rasulullah saw. tentang keadilan industrial:

“Berikan upah buruh sebelum keringatnya kering.” (H.R. Bukhari)

“Barang siapa mempekerjakan seorang buruh, maka beritahukanlah upah yang akan diterima oleh si buruh.” (H.R. Al-Baihaqi)

Bagi NU, serikat buruh bukan sekadar instrumen politik praktis, melainkan medium dakwah sosial untuk menegakkan hubungan industrial yang setara, manusiawi, dan bermartabat.

Dinamika Sejarah: Mati Suri di Era Orde Baru hingga Kebangkitan Reformasi

Lintasan sejarah Sarbumusi melewati pasang surut politik nasional, terutama saat rezim Orde Baru menerapkan kontrol ketat terhadap gerakan sipil:

  • Unifikasi Paksa (1973): Melalui kebijakan sentralisasi wadah serikat, pemerintah Orde Baru melebur seluruh organisasi buruh ke dalam Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) pada 1973, yang kemudian bertransformasi menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) pada 1985. Kebijakan ini memaksa Sarbumusi membekukan aktivitas resminya.
  • Amanah Muktamar Situbondo (1984): Kendati kelembagaan formal vakum, Muktamar ke-27 NU di Situbondo tetap menginstruksikan warga Nahdliyin di sektor industri untuk memelopori serikat-serikat kerja yang berorientasi pada kepentingan buruh dan peningkatan produktivitas.
  • Inisiasi Pasca-Reformasi (1998–1999): Tumbangnya rezim Orde Baru dan ratifikasi Konvensi ILO Nomor 87 tentang Kebebasan Berserikat mendorong digelarnya Forum Silaturahim Nasional pada 26 Juni 1998, disusul Rakernas di Kopo, Bogor, pada Mei 1999.
  • Masa Transisi LPTK NU (1999): Muktamar ke-30 NU di Lirboyo, Kediri, merespons dinamika ini dengan mendirikan Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja Nahdlatul Ulama (LPTK NU) sebagai sarana riset dan advokasi buruh sebelum status serikat penuh dipulihkan.
  • Reaktivasi Banom (2004): Muktamar ke-31 NU di Solo secara resmi memulihkan kembali Sarbumusi sebagai badan otonom perburuhan NU seutuhnya.

Profil Pemimpin: Estafet Ketua Umum hingga Presiden Konfederasi

Dihimpun dari arsip NU Online, pergantian kepemimpinan Sarbumusi mencatat transisi struktur organisasi dari format konvensional Ketua Umum hingga kepemimpinan modern Presiden Konfederasi:

  • H. Murtadji Bisri (1955–1960)

Tokoh perintis yang terpilih sebagai anggota DPR RI hasil Pemilu 1955 mewakili Partai NU dari daerah pemilihan Jawa Timur. Kiprah parlementernya berlanjut pasca-Dekrit Presiden 1959 hingga menjadi representasi buruh Sarbumusi di DPR-GR (1960–1966). Di beberapa catatan internal, figur Thahir Bakri juga tercatat memimpin pada fase fondasi awal ini.

  • K.H. Masykur (1960–1969)

Ulama pejuang kemerdekaan yang juga mengemban amanah sebagai Ketua I PBNU hasil Muktamar ke-22 tahun 1959. Kepemimpinannya memperkokoh basis ideologi perjuangan buruh di tubuh kultural Nahdliyin.

  • H. Soetanto Martoprasono (1969–1973)

Terpilih melalui Kongres Akbar III di Jakarta pada September 1969. Ia memimpin organisasi melewati masa-masa genting hingga kebijakan unifikasi serikat buruh Orde Baru diterapkan.

  • H. Junaidi Ali (2004–2010)

Menahkodai fase awal kebangkitan Sarbumusi pasca-Muktamar Solo 2004, melanjutkan kepemimpinan transisi setelah H. Soetanto Martoprasono mengundurkan diri.

  • H. M. Syaiful Bahri Anshori (2010–2022)

Terpilih sebagai Ketua Umum pada Kongres Akbar IV tahun 2010. Pada Kongres Akbar V (Mei 2016), kepengurusan mengalami modernisasi struktural sehingga jabatannya resmi berubah menjadi Presiden Konfederasi.

  • H. Irham Ali Saifuddin (2022–sekarang)

Ditetapkan sebagai Presiden Konfederasi masa khidmah 2022–2027 melalui Kongres Akbar VI yang digelar di Sidoarjo, Jawa Timur—tempat kelahiran bersejarah organisasi ini.

Relevansi Gerakan di Tengah Disrupsi Industri

Memasuki fase tujuh dekade, tantangan Sarbumusi beralih ke isu-isu ketenagakerjaan mutakhir: kerentanan pekerja lepas (gig economy), otomatisasi kecerdasan buatan, fleksibilitas relasi kerja, serta jaminan perlindungan sosial.

Sebagai wadah perjuangan buruh berbasis nilai Islam moderat, Sarbumusi memegang tanggung jawab ganda: aktif mendampingi penyelesaian sengketa industrial di lapangan serta konsisten memastikan pembangunan ekonomi nasional berjalan tanpa menanggalkan martabat kaum pekerja.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPNU IPPNU

    PK IPNU-IPPNU UMNU Kebumen Resmi dilantik, Gandeng Fatayat Kembangkan Sayap Kewirausahaan

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    NUOKe — Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU UMNU Kebumen menggelar pelantikan dan upgrading kepengurusan periode 2026/2027 di Gedung PCNU Kebumen, Kamis (20/8/2026). Melalui agenda ini, PK IPNU-IPPNU UMNU Kebumen secara resmi menjalin kolaborasi strategis di bidang kewirausahaan bersama PC Fatayat NU Kebumen. Sebanyak 87 kader baru terdiri dari 25 kader IPNU dan 62 kader IPPNU resmi […]

  • OSKANU 2026

    Borong 34 Medali di OSKANU IV 2026, Ketua LP Ma’arif NU Kebumen Beri Ucapan Selamat

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    KEBUMEN, NUOKe – Kontingen Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) IV LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Tahun 2026. Berdasarkan rekapitulasi data resmi mutakhir pascarevisi, perwakilan madrasah dan sekolah Ma’arif asal Kebumen berhasil memboyong total 34 medali. Pembaruan […]

  • Logo Hari Santri PBNU

    Download Logo Hari Santri 2026 Resmi PBNU Format PNG dan Vektor HD

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Download Logo Hari Santri 2026 Resmi PBNU Format PNG dan Vektor HD Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dalam sebuah seremoni khidmat di Plaza PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026). Momentum peluncuran ini dihelat beriringan dengan agenda strategis pengumuman […]

  • IPNU

    Profil Lengkap IPNU: Sejarah, Makna Lambang, Struktur Organisasi, dan Download Logo

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) merupakan badan otonom di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mewadahi generasi muda, pelajar, dan santri di seluruh Indonesia. Berdiri sejak masa pascakemerdekaan, IPNU konsisten menjadi kawah candradimuka pengkaderan yang menyelaraskan nilai keagamaan berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan komitmen kebangsaan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Sebagai organisasi […]

  • PAC Pergunu Sempor Kebumen

    PAC Pergunu Sempor 2026–2031 Dilantik, Siap Teguhkan Khidmah Guru NU

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    SEMPOR, NUOKe — Peta pergerakan kaum pendidik di lingkungan Nahdlatul Ulama Kabupaten Kebumen kembali mencatatkan babak baru. Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Kebumen secara resmi mengukuhkan jajaran kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pergunu Kecamatan Sempor masa khidmah 2026–2031. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Sempor, Kebumen, ini menjadi tonggak penting dalam […]

  • Sejarah Fatayat NU

    Sejarah Fatayat NU dan Daftar Ketua Umum Lengkap dari Masa ke Masa

    • account_circle NUOKe
    • 0Komentar

    Di balik kokohnya pilar pergerakan Nahdlatul Ulama (NU), kiprah kaum perempuan muda memegang peranan krusial yang tercatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah nasional. Wadah perjuangan tersebut terhimpun secara solid dalam Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU), badan otonom (banom) yang secara konsisten membina potensi serta menyuarakan aspirasi pemudi Islam berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah. Secara etimologi, […]

expand_less