Tampil Memukau di Perbatasan Kebumen–Banjarnegara, Pasukan ETK SMK Ma’arif 5 Gombong Tuai Pujian
- account_circle Rizki
- print Cetak

Pasukan Pramuka SMK Ma'arif 5 Gombong bersiap mengawal penyerahan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jateng di perbatasan Kebumen–Banjarnegara, Jumat (4/9/2026).
KEBUMEN, NUOKe – Pasukan Pramuka SMK Ma’arif 5 Gombong sukses mencuri perhatian jajaran petinggi Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kebumen dan Banjarnegara dalam gelaran Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026). Tampil solid dan penuh disiplin, kontingen asal Kebumen ini menuai apresiasi tinggi saat mengawal prosesi serah terima di kawasan perbatasan antarkabupaten tersebut.
Rasa bangga dan haru menyelimuti kontingen Kwarcab Kebumen seusai merampungkan seluruh etape penugasan fisik di lapangan secara maksimal.
Prosesi penyerahan simbolis Tunas Kelapa dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (Kesra), H Muhsinul Mubarok, mewakili Kwarcab Kebumen.
Agenda sempat menemui dinamika teknis dari pihak Kwarcab Banjarnegara, yang membuat jadwal serah terima bergeser tiga jam dari rencana awal pukul 10.00 WIB menjadi pukul 13.00 WIB selepas salat Jumat. Kendati harus menunggu cukup lama di medan perbatasan, disiplin dan moril para anggota Pramuka SMK Ma’arif 5 Gombong tidak surut sedikit pun. Barisan tetap tegap hingga seremonial tuntas digelar dengan meriah.

Pasukan Pramuka (SMK Ma’arif 5 Gombong) saling memberikan penghormatan dalam prosesi serah terima Estafet Tunas Kelapa (ETK) di perbatasan Kebumen–Banjarnegara, Jumat (4/9/2026).
Apresiasi Pembina
Keberhasilan dan ketangguhan pasukan tersebut mendapat apresiasi mendalam dari Pembina Pramuka SMK Ma’arif 5 Gombong, Rizky Fathur Rohman. Ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga atas dedikasi serta daya tahan mental yang ditunjukkan anak-anak asuhnya di lapangan.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian adik-adik hari ini. Kendala pergeseran waktu tunggu hingga beberapa jam justru menjadi ujian nyata bagi mental serta kedisiplinan mereka, dan terbukti mereka mampu melewatinya dengan tetap tampil prima tanpa celah,” ujar Rizky Fathur Rohman seusai acara.
Rizky menambahkan, hasil memukau ini tidak lepas dari proses latihan fisik dan baris-berbaris intensif yang dijalani selama berminggu-minggu. “Kerja keras, keringat, dan pengorbanan selama masa persiapan terbayar lunas hari ini. Semoga pengalaman di medan ETK ini membentuk karakter pantang menyerah bagi mereka di masa depan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwarcab Banjarnegara, Wakhid Jumali, membacakan amanat tertulis Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Ka Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dua falsafah Jawa menjadi pesan sentral dalam amanat tersebut, yakni ngopeni (merawat) dan nglakoni (menjalani).
Ngopeni, Komitmen nyata anggota Pramuka untuk senantiasa menjaga dan merawat kelestarian bumi tempat berpijak. Nglakoni, Kewajiban moral setiap insan pandu untuk konsisten menebarkan kebajikan, kepedulian sosial, serta teladan positif di setiap etape perjalanan.
Performa solid kontingen SMK Ma’arif 5 Gombong di area perbatasan bukan sekadar penuntasan tugas estafet kepanduan semata, melainkan menjadi bukti nyata kian kokohnya sinergi pembinaan generasi muda lintas kabupaten di Jawa Tengah khusunya Kabupaten Kebumen.
- Penulis: Rizki
- Editor: NUOKe

Saat ini belum ada komentar