Kiai Ngisudin dan Kiai Basirudin Pimpin Ranting NU Desa Sidototo
- account_circle NUOKe
- print Cetak

NUOKe – Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sidototo yang dihelat di Masjid Baitul Muttaqin, Sabtu (15/8/2026), berlangsung dinamis dan penuh khidmat. Forum permusyawaratan tingkat desa tersebut resmi menetapkan Kiai Ngisudin sebagai Rais Syuriah dan Kiai Basirudin sebagai Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Sidototo masa khidmah berikutnya.
Agenda musyawarah diawali dengan mekanisme musyawarah sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) oleh para sesepuh dan kiai. Melalui forum permufakatan tersebut, sidang AHWA secara mufakat menunjuk Kiai Ngisudin untuk mengemban amanah sebagai Rais Syuriah.
Dinamika persidangan saat memasuki agenda penjaringan dan pemilihan Ketua Tanfidziyah. Sosok calon yang berhasil mendulang perolehan suara terbanyak secara terbuka menyatakan ketidaksiapannya dan memilih untuk mengundurkan diri demi kemaslahatan bersama.
Merespons situasi tersebut, panitia pelaksana bersama pimpinan sidang segera mengambil langkah taktis sesuai tata tertib organisasi. Forum memutuskan untuk menggelar pemungutan suara ulang yang melibatkan dua bakal calon dengan perolehan minimal sepertiga dukungan suara dari total peserta yang hadir. Hasil putaran kedua tersebut akhirnya mengukuhkan mandat kepemimpinan kepada Kiai Basirudin.
Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Padureso, Kiai Slamet Hermansyah, mengapresiasi kedewasaan berdemokrasi dan soliditas yang ditunjukkan oleh warga Nahdliyin Desa Sidototo sepanjang berjalannya musyawarah.
“Dinamika seperti pengunduran diri calon dan pemilihan ulang adalah cerminan dari tradisi suara yang sehat sekaligus cermin sikap tawadu serta kehati-hatian dalam memegang amanah jam’iyah,” tutur Kiai Slamet Hermansyah.
Melalui duet kepemimpinan Kiai Ngisudin dan Kiai Basirudin, kepengurusan baru Ranting NU Desa Sidototo diharapkan dapat segera merapatkan barisan, menjaga kesinambungan kaderisasi, serta mengoptimalkan program dakwah dan pemberdayaan umat di tingkat bawah.
- Penulis: NUOKe
- Editor: NUOKe
- Sumber: MWCNU Padureso


Saat ini belum ada komentar